Pria Diduga Terjun dari Jembatan Kapuas I, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
PONTIANAK,- Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang pria yang diduga tenggelam di Sungai Kapuas setelah dilaporkan terjun dari Jembatan Kapuas I pada Sabtu (23/5/2026).
Hingga Sabtu malam, identitas korban masih belum diketahui, sementara proses pencarian terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat Kota Pontianak karena terjadi di salah satu ikon dan jalur utama penghubung Kota Pontianak dengan wilayah sekitarnya.
Kawasan Jembatan Kapuas I yang biasanya ramai aktivitas warga mendadak dipenuhi masyarakat yang menyaksikan proses pencarian korban oleh tim SAR gabungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.10 WIB ketika sejumlah warga yang berada di tepian Sungai Kapuas melihat seseorang diduga melompat dari atas jembatan ke aliran sungai.
Korban sempat terlihat muncul ke permukaan air sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan warga sekitar.
Masyarakat yang berada di lokasi disebut belum sempat memberikan pertolongan karena kejadian berlangsung sangat cepat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait insiden tersebut dari Damkar Hunter sekitar pukul 13.00 WIB.
Setelah menerima informasi, tim SAR segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penyisiran di kawasan Sungai Kapuas.
“ Pada Sabtu 23 Mei 2026 pukul 12.10 WIB telah terjadi kondisi membahayakan manusia, satu orang dilaporkan tenggelam setelah terjun ke Sungai Kapuas dari Jembatan Kapuas I Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Junetra, lokasi kejadian berada di koordinat 0°02’13.94″ S – 109°21’03.61″ T atau di sekitar kawasan aliran Sungai Kapuas dekat Jembatan Kapuas I.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan asesmen dan menyusun strategi pencarian berdasarkan keterangan saksi serta kondisi arus sungai saat kejadian berlangsung.
Tim pencarian terdiri dari personel SAR Pontianak, relawan, unsur pemadam kebakaran, serta masyarakat sekitar yang ikut membantu proses pencarian.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air dengan fokus di sekitar titik korban diduga jatuh ke sungai.
Selain melakukan pencarian di permukaan air, petugas juga memantau kemungkinan korban terbawa arus Sungai Kapuas yang dikenal memiliki arus cukup kuat, terutama pada kondisi pasang.
Kawasan sekitar Jembatan Kapuas I memang menjadi salah satu titik strategis di Kota Pontianak karena berada di jalur utama transportasi masyarakat.
Aktivitas warga di sekitar kawasan tersebut cukup padat, baik di atas jembatan maupun di tepian sungai. Karena itu, kejadian tersebut langsung menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di lokasi.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat melihat seseorang berdiri di atas jembatan sebelum akhirnya terjun ke sungai.
Namun, karena jarak pandang dan situasi yang berlangsung cepat, masyarakat tidak sempat melakukan upaya penyelamatan.
“ Korban sempat terlihat timbul beberapa saat sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan warga. Masyarakat belum sempat memberikan pertolongan,” kata Junetra.
Setelah kejadian, warga segera menghubungi petugas SAR dan relawan untuk meminta bantuan pencarian.
Petugas yang datang ke lokasi langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait guna mempercepat proses pencarian korban.
Hingga kini, identitas pria yang diduga tenggelam tersebut masih belum diketahui. Tim SAR juga masih mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar untuk mengetahui kemungkinan identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian.
Selain itu, aparat terkait juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya keluarga atau kerabat korban yang datang mencari informasi.
Pihak SAR menyebut dugaan sementara korban melakukan aksi bunuh diri. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan karena proses pencarian dan pendalaman informasi masih berlangsung.
“ Dugaan sementara korban melakukan bunuh diri. Namun hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan dan korban belum ditemukan,” jelas Junetra.
Operasi pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan arus sungai yang dapat memengaruhi pergerakan korban di dalam air.
Petugas juga terus memperluas area penyisiran hingga beberapa kilometer dari titik awal korban diduga tenggelam.
Sungai Kapuas sendiri merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan karakter arus yang cukup dinamis.
Pada kondisi tertentu, arus sungai dapat berubah cepat akibat pengaruh pasang surut air sehingga menyulitkan proses pencarian korban tenggelam.
Karena itu, operasi SAR di perairan Sungai Kapuas membutuhkan koordinasi dan kewaspadaan tinggi dari seluruh personel yang terlibat.
Selama proses pencarian berlangsung, masyarakat di sekitar lokasi turut membantu memberikan informasi kepada petugas terkait kemungkinan arah arus maupun titik-titik yang perlu diperiksa.
Sebagian warga juga tampak menyaksikan proses pencarian dari tepian sungai dan area sekitar jembatan.
Kejadian orang tenggelam di Sungai Kapuas bukan kali pertama terjadi di Kota Pontianak. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden serupa juga pernah terjadi, baik akibat kecelakaan air maupun dugaan tindakan bunuh diri.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai maupun jembatan, terutama di kawasan dengan arus deras.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada petugas apabila melihat adanya kondisi membahayakan manusia di sekitar perairan.
Pihak SAR menegaskan bahwa kecepatan laporan dari masyarakat sangat membantu proses pencarian dan penyelamatan korban dalam situasi darurat.
Dalam proses pencarian kali ini, koordinasi antara tim SAR, relawan, damkar, dan masyarakat dinilai berjalan cukup baik sehingga operasi dapat dilakukan lebih cepat setelah laporan diterima.
Hingga Sabtu malam, proses pencarian masih terus berlangsung dan petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Apabila korban belum ditemukan, operasi pencarian kemungkinan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran mengikuti arah arus Sungai Kapuas.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya terkait identitas maupun penyebab kejadian.
Informasi resmi terkait perkembangan pencarian akan disampaikan langsung oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan sosial di lingkungan masyarakat.
Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitar mereka dan tidak ragu memberikan dukungan apabila mengetahui ada seseorang yang mengalami tekanan emosional atau persoalan berat.
Selain itu, keberadaan keluarga, sahabat, dan lingkungan sosial yang suportif juga dinilai penting dalam membantu seseorang menghadapi berbagai persoalan hidup.
Pemerintah dan berbagai pihak terkait juga terus mendorong edukasi mengenai kesehatan mental agar masyarakat lebih terbuka dalam mencari bantuan ketika menghadapi masalah psikologis.
Sementara itu, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.
Masyarakat yang mengetahui informasi terkait identitas korban maupun menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran Sungai Kapuas diminta segera melapor kepada petugas terdekat.
Operasi pencarian dipastikan akan terus dilakukan secara maksimal hingga ada perkembangan lebih lanjut dari hasil penyisiran di lapangan.


