ABK KM Naga Mas II Ditemukan Meninggal Setelah Terjun ke Sungai Kapuas, Operasi SAR Resmi Ditutup

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah ABK KM Naga Mas II yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Kapuas, Pontianak Barat, usai dilakukan operasi pencarian dan penyelaman, Sabtu (27/6/2026). Foto : Istimewa

PONTIANAK – Upaya pencarian terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang dilaporkan terjun dari KM Naga Mas II di perairan Sungai Kapuas, Kecamatan Pontianak Barat, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (27/6/2026) setelah Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian yang melibatkan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Madi (27), warga Dusun Dara Itam IV RT 006/RW 003, Desa Dara Itam I, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak. Ia sebelumnya dilaporkan terjatuh atau terjun ke Sungai Kapuas pada pagi hari saat berada di atas kapal.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan pihaknya menerima informasi mengenai insiden tersebut sekitar pukul 10.47 WIB dari seorang pelapor bernama Achen. Begitu menerima laporan, tim penyelamat langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian.

“Kami menerima laporan adanya seorang ABK yang diduga terjun ke Sungai Kapuas dari KM Naga Mas II. Setelah informasi diterima, tim rescue segera diberangkatkan dengan membawa perlengkapan operasi seperti rubber boat, peralatan selam, peralatan evakuasi, perlengkapan medis, dan sarana komunikasi,” ujar I Made Junetra.

Menurut informasi yang dihimpun dari saksi di lokasi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Dua orang saksi, Senian Panji dan Rohimin, mengaku mendengar suara benturan keras dari luar kapal. Saat dilakukan pengecekan, mereka mendapati korban sudah berada di sungai.

Rekan korban bersama masyarakat sekitar sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum berhasil ditemukan sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kantor SAR Pontianak.

Tim Rescue Kantor SAR Pontianak tiba di lokasi sekitar pukul 11.38 WIB. Setelah berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dan melakukan briefing, tim langsung menyusun strategi pencarian dengan fokus pada penyelaman di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Penyelaman pertama dimulai pada pukul 12.32 WIB, namun belum memberikan hasil. Operasi kemudian dilanjutkan dengan penyelaman kedua pada pukul 12.53 WIB.

“Pada penyelaman kedua, tepat pukul 13.07 WIB, korban berhasil ditemukan oleh tim penyelam dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 60 meter ke arah timur laut dari titik awal kejadian,” kata I Made Junetra.

Berdasarkan data SAR, korban ditemukan pada koordinat 0°0’32.94”S dan 109°19’27.30”T. Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju daratan sebelum dibawa menggunakan ambulans ke Dokes Polda Kalimantan Barat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

I Made Junetra menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel SAR gabungan, instansi terkait, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian. Meskipun hasil yang diperoleh bukan yang diharapkan, seluruh rangkaian operasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai prosedur,” tuturnya.

Setelah proses evakuasi selesai, On Scene Coordinator (OSC) menggelar debriefing di lokasi sekitar pukul 13.55 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.

Sementara itu, Search Mission Coordinator (SMC) pada pukul 14.30 WIB secara resmi mengusulkan penghentian Operasi SAR karena korban telah ditemukan. Dengan demikian, operasi pencarian terhadap ABK KM Naga Mas II dinyatakan selesai dan ditutup. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan