Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tegaskan Dukungan untuk Polri
KUBU RAYA,- Komitmen organisasi kepemudaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali ditegaskan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kubu Raya.
Organisasi otonom Muhammadiyah tersebut menyatakan siap terus bersinergi bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Unggul Ali Sadewo, usai mengikuti agenda Tanwir II Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung di Bali pada Minggu, 25 April 2025. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan aparat keamanan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa dan menjaga stabilitas sosial di daerah.
Menurut Unggul, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan membantu menciptakan suasana masyarakat yang harmonis. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya memandang perlu membangun sinergi yang kuat dengan seluruh elemen, termasuk kepolisian.
“Kami Pemuda Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, akan selalu membantu Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi sosial masyarakat saat ini terus berkembang dan menghadirkan berbagai tantangan baru, mulai dari penyebaran informasi hoaks, potensi konflik sosial, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga ancaman perpecahan akibat polarisasi di media sosial. Oleh sebab itu, organisasi kepemudaan tidak bisa hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut hadir memberikan kontribusi nyata.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata. Semua unsur masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Dalam konteks itulah, keberadaan organisasi kepemudaan dinilai memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan generasi muda.
Unggul menjelaskan, Pemuda Muhammadiyah selama ini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari aksi kemanusiaan, kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga pembinaan generasi muda. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan produktif.
Ia juga menilai bahwa sinergi antara Polri dan organisasi kepemudaan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat dicegah sejak dini melalui pendekatan persuasif dan edukatif.
“Kita semua tentu ingin daerah kita aman dan damai. Karena itu, perlu ada kerja sama yang baik antara aparat keamanan dengan organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan,” katanya.
Unggul turut mengapresiasi langkah Polri yang dinilai terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan kepemudaan. Menurutnya, pendekatan humanis dan komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Ia mengungkapkan rasa bangganya ketika mendengar Kapolri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia atas dukungan dan kontribusi yang diberikan kepada institusi Polri.
Bagi Unggul, apresiasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Pemuda Muhammadiyah dan kepolisian selama ini berjalan baik dan dilandasi semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan bangsa.
“Ketika melihat bapak Kapolri menyampaikan terima kasih kepada Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia, itu menandakan bahwa Pemuda Muhammadiyah selalu hadir dan menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan dan keamanan bangsa,” tuturnya.
Ia mengatakan, hubungan harmonis antara organisasi kepemudaan dan aparat keamanan perlu terus dijaga agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Menurutnya, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kolaborasi dari semua pihak.
Unggul menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar di era digital. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, menurutnya, membawa dampak positif sekaligus negatif. Di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi, tetapi di sisi lain juga memunculkan ancaman berupa penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, hingga provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat, khususnya anak muda, mampu memilah informasi secara cerdas.
“Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru ikut memperkeruh suasana. Kita harus bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya juga berkomitmen mendukung berbagai program sosial dan kegiatan positif yang bertujuan memperkuat solidaritas masyarakat. Unggul menyebut organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan sosial.
Ia berharap pemuda tidak hanya fokus pada kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan global.
Dalam kesempatan tersebut, Unggul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana damai dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan politik, agama, maupun latar belakang sosial.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar dengan keberagaman yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, sikap toleransi dan saling menghormati harus terus diperkuat di tengah kehidupan masyarakat.
“Kita harus menjaga persatuan dan jangan mudah terpecah belah. Perbedaan adalah bagian dari kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama,” katanya.
Ia menambahkan, organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menciptakan generasi muda yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Selain mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya juga mendorong generasi muda untuk aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Unggul menilai, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat, khususnya kaum muda. Karena itu, ia berharap pemuda dapat mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor pembangunan.
“Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan yang positif. Kita ingin generasi muda mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, ketika semua pihak mampu bekerja sama dan saling mendukung, maka berbagai persoalan sosial dapat diatasi dengan lebih baik.
Di sisi lain, Unggul berharap sinergi antara Pemuda Muhammadiyah dan Polri tidak hanya sebatas dalam konteks keamanan, tetapi juga dapat diperluas ke bidang lain seperti edukasi masyarakat, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan generasi muda.
Ia optimistis kerja sama yang terjalin akan membawa dampak positif bagi masyarakat luas dan memperkuat ketahanan sosial di daerah.
“Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin dan semakin kuat ke depannya demi menjaga keamanan, persatuan, dan mendukung pembangunan yang lebih baik,” katanya.
Pemuda Muhammadiyah sendiri selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di sejumlah daerah di Indonesia. Organisasi tersebut juga kerap terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, bantuan bencana, pendidikan, hingga pembinaan generasi muda.
Di Kabupaten Kubu Raya, keberadaan Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam membantu menciptakan suasana masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Dengan semangat kolaborasi dan persatuan, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung upaya-upaya positif dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Unggul menutup keterangannya dengan mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga optimisme dan semangat kebersamaan demi masa depan bangsa yang lebih baik.
“Kalau semua elemen masyarakat bersatu, saling mendukung, dan menjaga persatuan, saya yakin kita bisa menghadapi berbagai tantangan bersama,” pungkasnya.





