Pemkot Pontianak Gelar Operasi Pasar Jelang Iduladha, Sediakan 6.000 Paket Sembako Bersubsidi
PONTIANAK,- Pemerintah Kota Pontianak menggelar operasi pasar murah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menyediakan sebanyak 6.000 paket bahan pokok bersubsidi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026, dan dilaksanakan di enam kecamatan se-Kota Pontianak.
Program operasi pasar ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Pontianak dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan operasi pasar digelar sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikannya usai membuka kegiatan operasi pasar di halaman Kantor Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (19/5/2026).
“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah dalam membantu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” ujarnya.
Menurut Amirullah, menjelang Iduladha biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap sejumlah bahan pangan yang dapat berdampak pada kenaikan harga di pasaran. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan operasi pasar sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan paket sembako bersubsidi yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir. Paket tersebut dijual dengan harga Rp85 ribu per paket, lebih murah dibandingkan harga normal yang mencapai sekitar Rp116 ribu.
Selisih harga tersebut ditanggung melalui subsidi yang bersumber dari dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan dan mitra pemerintah daerah.
“Paket yang kami sediakan dijual dengan harga subsidi agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” katanya.
Amirullah menjelaskan, operasi pasar dilakukan secara merata di seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Masing-masing kecamatan memperoleh alokasi sebanyak 1.000 paket sembako bersubsidi sehingga total keseluruhan mencapai 6.000 paket.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah terkait, pihak kecamatan, hingga kelurahan yang bertugas mendata dan menyeleksi masyarakat penerima manfaat.
“Setiap kecamatan mendapatkan alokasi 1.000 paket sehingga totalnya mencapai 6.000 paket untuk seluruh Kota Pontianak,” jelasnya.
Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Iduladha, operasi pasar murah juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi di Kota Pontianak.
Amirullah menilai subsidi harga bahan pokok dapat membantu menjaga keseimbangan pasar dengan memastikan ketersediaan suplai di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
“Tujuan lainnya tentu untuk membantu pengendalian inflasi. Dengan adanya subsidi harga dan tambahan suplai ke masyarakat, diharapkan harga di pasar tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” ungkapnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran, terutama menjelang momen keagamaan yang biasanya memicu lonjakan permintaan. Operasi pasar menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Menurut Amirullah, sasaran utama program tersebut adalah masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial.
Data tersebut digunakan agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan dan tepat sasaran sesuai arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak.
“Yang diprioritaskan adalah warga kurang mampu berdasarkan data sosial kemasyarakatan, terutama kategori desil 1 sampai desil 2,” terangnya.
Pihak kecamatan dan kelurahan diberikan tugas untuk melakukan pendataan serta menentukan warga yang berhak membeli paket sembako bersubsidi. Masyarakat yang telah terdata kemudian diundang untuk mengikuti operasi pasar sesuai jadwal di wilayah masing-masing.
Amirullah berharap program tersebut dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga berharap langkah pemerintah daerah dalam menggelar operasi pasar dapat memberikan dampak positif terhadap kestabilan harga bahan pokok di Kota Pontianak.
“Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Pontianak,” katanya.
Pelaksanaan operasi pasar mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga mengaku terbantu karena dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Selain harga yang lebih terjangkau, masyarakat juga menilai kegiatan tersebut memudahkan mereka memperoleh bahan pangan pokok menjelang hari raya tanpa harus terbebani kenaikan harga.
Operasi pasar murah menjadi salah satu program rutin yang digelar Pemerintah Kota Pontianak pada momen tertentu, khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan memperkuat daya beli warga.
Dengan adanya operasi pasar bersubsidi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.





