Ketua Komite SMKN 1 Mempawah Hilir Bantah Dalangi Aksi Siswa, Dua Guru Kini Ditangani Disdik Kalbar
MEMPAWAH — Ketua Komite SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Aidi Matsyah, angkat bicara terkait aksi penyampaian aspirasi sejumlah siswa yang muncul setelah video dua guru di sekolah tersebut viral di media sosial.
Aidi membantah tudingan yang menyebut dirinya bersama pihak sekolah menjadi pihak yang merencanakan atau menggerakkan siswa untuk melakukan aksi demonstrasi.
Menurut Aidi, sejak awal dirinya justru berupaya agar siswa tidak melakukan demonstrasi. Ia menyebut pilihan yang didorong adalah audiensi sehingga aspirasi siswa dapat disampaikan secara tertib dan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Tidak benar kalau sekolah dan komite merencanakan atau menggerakkan demo. Yang terjadi itu spontan,” tegas Aidi saat memberikan klarifikasi di SMKN 1 Mempawah Hilir, Rabu (26/8/2026).
Aidi menjelaskan, video yang menjadi sumber polemik telah beredar di media sosial selama kurang lebih satu pekan. Peredaran video tersebut kemudian memunculkan berbagai informasi di kalangan siswa dan orang tua, termasuk kabar mengenai rencana aksi siswa.
Pihak sekolah, kata Aidi, telah mengetahui adanya rencana tersebut sejak malam sebelum aksi berlangsung. Sejumlah pihak kemudian melakukan komunikasi untuk mencari langkah agar persoalan tidak berkembang menjadi demonstrasi.
Dalam situasi tersebut, Aidi mengaku diminta untuk mendampingi sejumlah siswa yang hendak menyampaikan aspirasi.
Ia mengatakan, pendampingan dilakukan bukan untuk mengarahkan siswa berunjuk rasa, melainkan memastikan aspirasi dapat disampaikan secara aman dan tertib.
“Anak-anak mau audiensi, kemudian minta saya mendampingi. Maksud kami supaya tidak terjadi demo dan audiensinya berlangsung dengan sopan, tidak emosi, serta keamanan tetap dijaga,” ujarnya.
Awalnya Hanya Empat Siswa
Aidi mengungkapkan, awalnya hanya sekitar empat siswa yang datang dan menyampaikan keinginan untuk melakukan audiensi.
Para siswa kemudian diarahkan untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan Ketua Komite sebelum bertemu pihak sekolah.
Dalam pembicaraan tersebut, siswa menyampaikan keberatan terhadap keberadaan dua guru yang dikaitkan dengan video viral. Mereka meminta agar kedua guru tersebut tidak lagi mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.
Aidi kemudian menyatakan bersedia mendampingi siswa dengan syarat aspirasi disampaikan secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Namun, saat tiba di sekolah, Aidi mengaku situasi sudah berbeda. Jumlah siswa yang berada di lingkungan sekolah ternyata lebih banyak dari yang diketahuinya.
“Saya tidak tahu kalau sampai di sekolah sudah ramai. Saya datang untuk mendampingi audiensi. Tidak pernah ada perintah atau izin dari sekolah maupun komite untuk melakukan demo,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Aidi tetap memilih mendampingi siswa untuk menjaga agar situasi tetap kondusif.
Ia mengarahkan siswa agar tidak terpancing emosi dan menyampaikan aspirasi melalui forum audiensi bersama pihak sekolah.
Tegaskan Tidak Galang Siswa
Aidi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggalang maupun menginstruksikan siswa untuk melakukan demonstrasi.
Menurutnya, kehadirannya di tengah siswa semata-mata untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib dan tidak dimanfaatkan oleh pihak lain.
“Jadi di sini saya tegaskan bahwa tidak benar saya selaku Ketua Komite yang menggalang para siswa untuk berunjuk rasa,” ungkap Aidi.
Ia berharap persoalan yang berkembang di SMKN 1 Mempawah Hilir dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan belajar mengajar.
Aidi juga mengingatkan agar informasi yang beredar di masyarakat maupun media sosial dapat disikapi secara bijak, terutama informasi yang belum mendapatkan kepastian dari pihak terkait. (rf)





