Dari Anak Nelayan Sungai Pinyuh hingga Sekda Mempawah, H. Ismail Tinggalkan Warisan Prestasi dan Inspirasi
MEMPAWAH – Sebuah perjalanan panjang penuh perjuangan dan pengabdian resmi mencapai garis akhir. Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, H. Ismail, memasuki masa purnatugas setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di balik jabatan tinggi yang pernah diembannya, tersimpan kisah hidup sederhana yang kini menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Mempawah.
Bupati Mempawah, Hj. Erlina, mengenang H. Ismail sebagai sosok birokrat yang lahir dari keluarga sederhana di kawasan pesisir Sungai Pinyuh. Sejak kecil, ia telah terbiasa hidup dalam keterbatasan dan membantu orang tua mencari nafkah dengan ikut melaut bersama para nelayan.
“Pak Ismail adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Beliau tumbuh dari keluarga sederhana, bekerja keras sejak kecil, namun tidak pernah meninggalkan pendidikan dan ibadah,” ujar Erlina.
Berkat ketekunan, disiplin, dan integritas yang dimilikinya, H. Ismail mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat setempat hingga mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kariernya di lingkungan pemerintahan dimulai dari posisi staf biasa. Dengan kemampuan dan dedikasi yang konsisten, ia terus meniti jenjang birokrasi mulai dari Kasubbag, Kabag, Asisten II Setda hingga akhirnya dipercaya menduduki jabatan tertinggi birokrasi daerah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah.
Selama menjalankan tugasnya, H. Ismail dikenal sebagai salah satu figur penting di balik berbagai capaian pembangunan daerah. Di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan tekanan fiskal yang berat, ia menjadi bagian dari tim yang mengawal berbagai program strategis pemerintah daerah.
Sejumlah capaian penting yang lahir pada masa pengabdiannya antara lain pembangunan RSUD dr. Rubini yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Mempawah, peningkatan kualitas layanan air bersih melalui PDAM, raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut dari BPK RI, hingga penghargaan nasional di bidang ketenagakerjaan atas keberhasilan memperluas kesempatan kerja.
Tidak hanya berkiprah di dunia birokrasi, H. Ismail juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan syiar Islam. Sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mempawah, ia berhasil mengantarkan daerah tersebut mencatat sejarah dengan meraih gelar Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Kalimantan Barat sebanyak tujuh kali berturut-turut.
Menurut Bupati Erlina, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari karakter kepemimpinan H. Ismail yang selalu menanamkan nilai-nilai kerendahan hati, kerja keras, dan kedekatan dengan Al-Qur’an kepada para kafilah maupun jajaran yang dipimpinnya.
Menjelang berakhirnya masa pengabdian H. Ismail sebagai ASN, Erlina mengajak generasi muda Mempawah menjadikan perjalanan hidup mantan Sekda tersebut sebagai teladan.
“Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Integritas, ketekunan, pendidikan, dan ibadah adalah modal terbesar untuk meraih masa depan.
Tugas birokrasi Pak Ismail mungkin telah selesai, tetapi inspirasi dan nilai-nilai yang beliau tinggalkan akan terus hidup di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi kepada masyarakat dan daerah, H. Ismail memasuki babak baru kehidupan. Namun jejak pengabdiannya diyakini akan tetap dikenang sebagai salah satu bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Mempawah.





