Warga Pontianak Sambut Meriah AVC Men’s Champions League 2026, Momentum Olahraga Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Daerah
PONTIANAK,- Suasana meriah dan penuh antusiasme terlihat di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak sejak dimulainya penyelenggaraan AVC Men’s Champions League 2026, Rabu (13/5/2026).
Kejuaraan bola voli antarklub putra tingkat Asia tersebut sukses menarik perhatian masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya karena menghadirkan pertandingan internasional yang untuk pertama kalinya digelar dalam skala besar di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Ribuan warga tampak memadati area pertandingan untuk menyaksikan secara langsung aksi klub-klub voli terbaik Asia yang berlaga di Pontianak. Kehadiran turnamen ini tidak hanya menjadi hiburan olahraga bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan kebanggaan tersendiri karena Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah ajang internasional bergengsi.
Banyak warga mengaku antusias karena selama ini pertandingan voli level Asia umumnya hanya dapat disaksikan melalui siaran televisi maupun media digital. Dengan digelarnya AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak, masyarakat memiliki kesempatan menyaksikan langsung atmosfer kompetisi internasional tanpa harus bepergian ke kota besar lainnya.
Salah seorang warga Pontianak, Indri (32), mengatakan dirinya merasa senang dan bangga karena kota tempat tinggalnya mendapat kepercayaan menjadi lokasi pelaksanaan kejuaraan besar tingkat Asia. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengalaman langka sekaligus berharga bagi masyarakat daerah.
“Biasanya pertandingan internasional seperti ini hanya bisa ditonton lewat televisi atau media sosial. Sekarang masyarakat Pontianak bisa melihat langsung pertandingan di GOR. Tentu ini sangat membanggakan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pertandingan.
Ia menilai penyelenggaraan AVC Men’s Champions League menjadi bukti bahwa Pontianak mampu menjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional. Selain memberikan hiburan berkualitas kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga diyakini mampu memperkenalkan daerah kepada tamu dari berbagai negara.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pembukaan pertandingan. Penonton dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas voli, hingga keluarga, memadati tribun GOR Terpadu Ahmad Yani untuk memberikan dukungan kepada tim favorit mereka. Tidak sedikit pula warga yang datang dari luar Kota Pontianak untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Atmosfer pertandingan semakin semarak dengan dukungan suporter yang terus memberi semangat kepada para atlet. Sorak-sorai penonton menggema di dalam arena setiap kali terjadi rally panjang maupun poin penting dalam pertandingan. Kondisi tersebut menciptakan suasana kompetisi yang meriah dan berkelas internasional.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang hadir menyaksikan pembukaan AVC Men’s Champions League 2026 menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Pontianak sebagai tuan rumah. Ia menilai penyelenggaraan event internasional ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Pontianak dalam menggelar kegiatan berskala besar.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh atlet, ofisial, serta tamu dari berbagai negara yang hadir di Pontianak,” ujarnya.
Menurut Edi, kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan Pontianak kepada dunia internasional. Ia berharap seluruh atlet dan tamu yang datang dapat merasakan kenyamanan selama berada di Kota Khatulistiwa.
“Mudah-mudahan selama berada di Pontianak semuanya merasa nyaman, betah, dan membawa kesan baik setelah kembali ke negara masing-masing,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan AVC Men’s Champions League bukan hanya sebatas agenda olahraga, tetapi juga memiliki dampak strategis dalam mempromosikan daerah. Menurutnya, ajang internasional seperti ini dapat menjadi sarana efektif memperkenalkan potensi wisata, budaya, hingga kuliner khas Pontianak kepada masyarakat luar negeri.
Edi mengatakan Pemerintah Kota Pontianak menyambut baik seluruh rangkaian kegiatan AVC 2026 karena diyakini mampu meningkatkan citra daerah sebagai kota yang ramah, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah event internasional lainnya di masa mendatang.
Selain itu, ia juga menilai penyelenggaraan kejuaraan internasional mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran atlet, ofisial, panitia, media, hingga penonton dari luar daerah disebut memberi dampak langsung terhadap sektor jasa dan perdagangan di Kota Pontianak.
Hotel-hotel di sekitar lokasi pertandingan mengalami peningkatan tingkat hunian selama pelaksanaan kejuaraan. Begitu pula dengan restoran, pusat kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama turnamen berlangsung.
“Event internasional seperti ini tentu memberikan efek ekonomi yang cukup besar. Hotel, restoran, transportasi, dan UMKM ikut bergerak karena banyak tamu yang datang ke Pontianak,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak juga berharap momentum AVC Men’s Champions League dapat menjadi pemicu berkembangnya industri olahraga di Kalimantan Barat. Dengan semakin banyaknya event nasional maupun internasional yang digelar di Pontianak, diharapkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya bola voli, semakin meningkat.
Selain pertandingan utama, sejumlah masyarakat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berinteraksi dengan atlet-atlet internasional. Banyak penonton terlihat mengabadikan momen melalui foto dan video bersama pemain dari berbagai negara setelah pertandingan selesai.
Kehadiran klub-klub voli ternama Asia turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta olahraga di Pontianak. Kompetisi ini menghadirkan sejumlah tim kuat yang memiliki reputasi besar di level Asia.
Adapun klub peserta AVC Men’s Champions League 2026 terdiri dari dua wakil Indonesia, yakni Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Garuda Jaya. Selain itu, hadir pula Al-Rayyan Sports Club dari Qatar, Hyundai Capital Skywalkers dari Korea Selatan, Zhaiyk dari Kazakhstan, JTEKT Stings Aichi dari Jepang, Foolad Sirjan Iranian dari Iran, serta Nakhon Ratchasima Qmin C VC dari Thailand.
Partisipasi klub-klub tersebut membuat kualitas pertandingan berlangsung kompetitif dan menarik untuk disaksikan. Sejumlah pemain internasional dengan pengalaman tampil di level dunia turut memperkuat tim masing-masing sehingga meningkatkan kualitas turnamen secara keseluruhan.
Bagi masyarakat Pontianak, kehadiran klub-klub luar negeri tersebut menjadi pengalaman baru yang jarang terjadi. Banyak penonton mengaku kagum dengan kualitas permainan para atlet yang tampil disiplin, cepat, dan penuh teknik tinggi.
Penyelenggaraan AVC Men’s Champions League 2026 juga mendapat perhatian dari komunitas olahraga lokal. Sejumlah pelatih dan atlet voli daerah hadir untuk menyaksikan pertandingan sebagai sarana belajar sekaligus motivasi meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Kalimantan Barat.
Mereka menilai event internasional seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih serius menekuni olahraga voli. Selain memberikan pengalaman menonton pertandingan berkualitas tinggi, turnamen tersebut juga memperlihatkan standar kompetisi internasional yang dapat menjadi acuan pembinaan atlet lokal.
Selama kejuaraan berlangsung, pihak panitia dan pemerintah daerah juga berupaya memastikan kenyamanan seluruh tamu dan penonton. Pengamanan diperketat di area pertandingan untuk menjaga kelancaran acara, sementara fasilitas pendukung disiapkan guna memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.
Masyarakat yang hadir di GOR Terpadu Ahmad Yani mengapresiasi suasana pertandingan yang dinilai tertib dan nyaman. Penyelenggaraan yang rapi membuat penonton dapat menikmati pertandingan dengan aman dan kondusif.
Selain menjadi ajang olahraga, AVC Men’s Champions League 2026 turut membawa dampak positif terhadap promosi pariwisata Kota Pontianak. Banyak tamu dari luar daerah maupun luar negeri memanfaatkan waktu luang mereka untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan pusat kuliner khas daerah.
Kawasan Tugu Khatulistiwa, waterfront Kapuas, hingga pusat kuliner tradisional menjadi beberapa lokasi yang ramai dikunjungi selama penyelenggaraan turnamen. Hal ini dinilai menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata daerah untuk berkembang lebih luas.
Pemerintah Kota Pontianak berharap kesan positif yang dibawa para tamu dapat membantu memperkenalkan Pontianak ke tingkat internasional. Dengan demikian, peluang penyelenggaraan event besar lainnya di masa mendatang semakin terbuka.
Edi juga mengajak seluruh masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan AVC Men’s Champions League 2026 dengan memberikan dukungan kepada seluruh peserta serta menjaga suasana kondusif selama pertandingan berlangsung.
“Mari kita ramaikan dan saksikan langsung pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani. Ini kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan voli berkelas Asia dan ikut menjadi bagian dari suksesnya Pontianak sebagai tuan rumah,” katanya.
Kejuaraan AVC Men’s Champions League 2026 sendiri berlangsung pada 13 hingga 17 Mei 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak. Pertandingan digelar setiap hari dan terbuka untuk umum.
Panitia menyediakan penjualan tiket secara daring guna memudahkan masyarakat mendapatkan akses menonton pertandingan. Tiket dapat dibeli melalui platform resmi Yesplis sehingga penonton tidak perlu antre panjang di lokasi pertandingan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat sejak hari pertama, penyelenggaraan AVC Men’s Champions League 2026 dinilai sukses menciptakan atmosfer olahraga internasional di Pontianak. Kehadiran event tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif terhadap promosi daerah, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan olahraga di Kalimantan Barat.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa Pontianak memiliki potensi besar menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional maupun internasional di masa mendatang. Dukungan masyarakat, kesiapan fasilitas, dan semangat kolaborasi seluruh pihak menjadi modal penting dalam membangun citra Pontianak sebagai kota yang mampu menggelar event berskala dunia.





