Wali Kota Pontianak Sambut Hangat Peserta APEKSI, Ajak Nikmati Kekhasan Kuliner dan Budaya Kota Khatulistiwa
PONTIANAK, – Sebagai langkah pembuka rangkaian kegiatan Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan tahun 2026.
Pemerintah Kota Pontianak menggelar jamuan makan malam atau Welcome Dinner yang berlangsung penuh keakraban di Hotel Novotel Pontianak, Jumat (22/5/2026).
Momen ini menjadi ajang pertemuan para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kota dari sembilan wilayah se-Kalimantan yang berkumpul di ibu kota Kalimantan Barat untuk berdiskusi seputar pembangunan dan pengelolaan pemerintahan daerah selama tiga hari ke depan, terhitung mulai tanggal 22 hingga 24 Mei 2026.
Wali Kota Pontianak sekaligus Ketua Komwil V APEKSI, Edi Rusdi Kamtono, secara pribadi menyambut hangat kehadiran seluruh peserta yang telah berkunjung.
Dalam sambutannya, Edi mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Pontianak untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda penting antar pemerintah kota ini.
Baginya, kehadiran para tamu kehormatan dari berbagai penjuru Pulau Kalimantan bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan kedinasan, melainkan sebuah kehormatan besar bagi seluruh warga dan pemerintah Kota Pontianak.
“ Selamat datang seluruh peserta Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan di Bumi Khatulistiwa. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan suatu kehormatan besar bagi kami semua, baik pemerintah daerah maupun masyarakat Kota Pontianak. Kepercayaan untuk menjadi tuan rumah ini akan kami laksanakan dengan sebaik mungkin agar kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir,” ujar Edi.
Lebih dari sekadar membahas agenda kerja sama antardaerah dan kebijakan pemerintahan yang menjadi fokus utama rapat kerja kali ini, Edi Rusdi Kamtono juga mengajak seluruh peserta untuk meluangkan waktu sejenak mengeksplorasi keunikan dan kekayaan yang dimiliki oleh Kota Pontianak.
Ia menegaskan bahwa kota ini tidak hanya dikenal secara geografis sebagai Kota Khatulistiwa yang dilalui garis lintang nol derajat, namun juga memiliki identitas kuat melalui ragam cita rasa kuliner dan kekayaan budaya masyarakatnya yang sangat layak untuk dicoba dan dikenalkan lebih luas lagi.
Bagi para peserta yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pontianak maupun mereka yang sudah beberapa kali berkunjung, Wali Kota berharap agar suasana dan keramahan kota ini dapat dirasakan sepenuhnya.
Salah satu daya tarik utama yang disorot Edi adalah kekayaan kuliner khas yang menjadi ciri tak terpisahkan dari kehidupan warga setempat.
Mulai dari beragam olahan berbahan dasar ikan sungai, makanan tradisional, hingga jajanan pasar yang memiliki rasa dan cara pengolahan khas Kalimantan Barat, semuanya ditawarkan sebagai bagian dari pengalaman berkunjung yang lengkap.
“ Pontianak tidak hanya dikenal sebagai Kota Khatulistiwa secara geografis saja, tetapi juga memiliki beragam kuliner yang sangat khas, lezat, dan patut dicoba. Cita rasa makanan di sini memiliki karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh kekayaan alam dan keberagaman budaya masyarakatnya. Saya mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk menikmati suasana Kota Pontianak, mencicipi berbagai kulinernya yang menggugah selera, hingga sekadar berkeliling menikmati pemandangan kota yang sedang berkembang pesat ini,” ungkapnya.
Selain kelezatan kulinernya, Edi juga secara khusus memperkenalkan budaya masyarakat Pontianak yang sangat lekat dengan kebiasaan minum kopi atau ngopi.
Ia menyebutkan, keberadaan ribuan warung kopi yang tersebar mulai dari pinggir jalan, pasar, hingga pusat keramaian di berbagai sudut kota, menjadikan Pontianak layak menyandang julukan “Kota Seribu Warung Kopi”.
Budaya ngopi ini bukan sekadar rutinitas mengonsumsi minuman, melainkan telah bertransformasi menjadi gaya hidup dan sarana interaksi sosial yang akrab bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di warung kopi, warga biasa bertemu, bersilaturahmi, berdiskusi, hingga bertukar pikiran mengenai berbagai hal. Hal inilah yang membuat suasana sosial di Pontianak terasa hidup, hangat, dan terbuka.
“ Di sini, budaya ngopi sudah menjadi ciri khas tersendiri dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga. Warung kopi ada di mana-mana, menjadi tempat bertemu, berbagi cerita, dan mempererat persaudaraan. Silakan nongkrong dan menikmati suasana di warung-warung kopi yang ada, karena di sanalah keramahan dan kearifan lokal masyarakat kita bisa terasa langsung. Ini adalah salah satu potensi sosial budaya yang ingin kami perkenalkan kepada teman-teman dari daerah lain,” tambah Edi.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Pontianak menegaskan harapan besarnya terhadap penyelenggaraan rapat kerja ini.
Menurutnya, momentum pertemuan ini harus mampu memberikan dampak ganda: pertama, memperkuat sinergi, kerja sama, dan persatuan antar pemerintah kota se-Kalimantan dalam menghadapi tantangan pembangunan; dan kedua, menjadi wadah promosi dan pengenalan potensi unggulan setiap daerah, termasuk Pontianak, sehingga hubungan antardaerah menjadi semakin erat, akrab, dan saling menguntungkan ke depannya.
Kehadiran para peserta APEKSI diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan yang strategis, tetapi juga membawa pulang kenangan indah akan kelezatan kuliner, keunikan budaya, dan keramahan masyarakat Kota Pontianak.





