Terminal Kijing Layani Bongkar Muat Peti Kemas Perdana, Perkuat Posisi Kalbar sebagai Gerbang Logistik Internasional
MEMPAWAH – Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, resmi memulai layanan bongkar muat peti kemas pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan perdana ini menjadi langkah penting dalam pengembangan pelabuhan yang digadang-gadang sebagai salah satu pusat logistik modern terbesar di Kalimantan Barat.
Operasi perdana tersebut dilakukan melalui rute pelayaran Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang. Pada kesempatan itu, sebanyak 70 peti kemas kosong berhasil dibongkar di Terminal Kijing. Aktivitas tersebut sekaligus menandai dimulainya layanan peti kemas secara operasional setelah berbagai kesiapan fasilitas, peralatan, sistem pelayanan, hingga aspek perizinan dan regulasi diselesaikan.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, menyebut dimulainya layanan peti kemas merupakan pencapaian strategis bagi pengembangan sektor kepelabuhanan di Kalimantan Barat.
Menurutnya, kehadiran layanan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi barang, memperkuat daya saing komoditas ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi di wilayah Kalimantan Barat.
“Mulainya pelayanan peti kemas di Terminal Kijing menjadi momentum penting dalam mewujudkan pelabuhan modern yang mampu mendukung aktivitas logistik secara lebih efisien. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi penopang utama kegiatan perdagangan dan ekspor-impor di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pelindo terus melakukan pengembangan berbagai fasilitas penunjang guna memastikan pelayanan yang diberikan memenuhi standar operasional internasional. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jasa pelabuhan.
Sementara itu, Manager Terminal Kijing Pelindo Regional 2 Pontianak, Panji Rahmat Lianto di wakilkan oleh Supervisi Operasi Terminal Kijing Pelindo Regional 2 Pontianak, Irwanto, mengungkapkan proses bongkar muat perdana berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Ia menilai momen tersebut menjadi langkah yang telah lama dinantikan mengingat posisi Terminal Kijing yang dinilai sangat strategis untuk mendukung aktivitas perdagangan internasional, khususnya ekspor dan impor.
“Pelaksanaan bongkar muat perdana berjalan aman dan lancar. Ini menjadi awal yang baik bagi pengembangan Terminal Kijing ke depan. Lokasinya sangat strategis sehingga memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor,” katanya.
Terminal Kijing merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah diresmikan dan mulai beroperasi sejak 9 Agustus 2022. Pelabuhan ini dirancang untuk melayani berbagai jenis muatan, mulai dari peti kemas, curah kering, curah cair hingga multipurpose. Fasilitas yang tersedia juga memungkinkan pelabuhan menerima kapal berkapasitas hingga 100.000 deadweight ton (DWT).
Dari sisi kinerja, aktivitas di Terminal Kijing menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Hingga Mei 2026, jumlah kunjungan kapal tercatat mencapai 404 unit atau meningkat sekitar 28,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan juga terjadi pada arus barang. Volume curah kering tercatat mencapai 1,57 juta ton atau naik 96,3 persen, sementara arus curah cair mencapai 1,07 juta ton atau tumbuh 80,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk mendukung operasional layanan peti kemas, Terminal Kijing kini telah dilengkapi berbagai peralatan modern seperti Harbour Mobile Crane, Reach Stacker, Head Truck, Chassis 45 Feet, serta Quay Container Crane (QCC) yang telah tiba dan mulai disiapkan penggunaannya sejak Mei 2026.
Dengan dimulainya pelayanan peti kemas tersebut, Terminal Kijing diharapkan mampu memperkuat jaringan logistik nasional dan internasional, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi di Kalimantan Barat. (rm)




