MEMPAWAH Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan sopir truk tergabung dalam Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah di depan Kantor DPRD Mempawah pada Rabu (3/6/2026) mulai menunjukkan hasil positif. Keluhan para sopir terkait kelangkaan solar subsidi, dugaan praktik pelangsir, hingga pungutan liar dan premanisme di sejumlah SPBU mendapat respons cepat dari Polres Mempawah.

Menindaklanjuti aspirasi para sopir, jajaran Polres Mempawah melalui Satreskrim langsung bergerak melakukan pengecekan dan penertiban di sejumlah SPBU yang menjadi titik keluhan masyarakat. Operasi tersebut dipimpin Kanit Tipidter Satreskrim Polres Mempawah, Ipda David Rizaldi, dengan menyisir sejumlah SPBU di wilayah Desa Pasir, Kuala Mempawah, Sungai Bakau Besar Laut, Sungai Pinyuh, Nusapati hingga SPBU Purun pada Kamis (4/6/2026).

Selain melakukan pemantauan distribusi BBM bersubsidi, petugas juga melakukan penindakan terhadap praktik pungutan liar dan aksi premanisme yang selama ini dikeluhkan para sopir saat mengantre solar. Petugas turut memasang banner imbauan larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi sebagai upaya edukasi dan pencegahan pelanggaran.

Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono melalui Kasat Reskrim Iptu Eric Ibrahim Pattimura menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pungutan liar maupun aksi premanisme yang merugikan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat maupun para sopir angkutan agar segera melaporkan apabila menemukan praktik pemerasan atau pungutan liar di area pelayanan publik. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti dan pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dampak dari langkah cepat tersebut mulai dirasakan langsung oleh para sopir. Salah seorang sopir truk ekspedisi yang ditemui saat mengisi solar di SPBU Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Sabtu pagi (6/6/2026), mengaku kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Aliansi Sopir Truk Mempawah yang sudah memperjuangkan aspirasi kami. Setelah ada aksi dan penertiban dari kepolisian, suasana di SPBU jauh lebih tertib. Kami bisa mengisi solar dengan aman tanpa adanya pungli maupun gangguan dari oknum-oknum yang sebelumnya meresahkan,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan solar di sejumlah SPBU juga mulai membaik sehingga para pengemudi tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan.

“Sekarang antrean lebih tertata dan solar juga lebih mudah didapat. Kami berharap kondisi seperti ini bisa terus dipertahankan agar sopir dapat bekerja dengan tenang dan distribusi barang ke berbagai daerah tidak terganggu,” tambahnya.

Para sopir berharap pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi terus dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menilai keberhasilan penertiban ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, sopir angkutan, dan aparat penegak hukum mampu menciptakan situasi yang lebih kondusif.

Dengan kondisi yang semakin tertib, para pengemudi optimistis aktivitas distribusi logistik di Kabupaten Mempawah dapat berjalan lebih lancar, aman, dan efisien demi mendukung perekonomian masyarakat.

penulis : rizky firnanda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan