Pemkab Mempawah Siapkan Langkah Tegas, SPBU yang Mangkir Terancam Disegel Sementara
MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memanggil seluruh pemilik dan pengelola SPBU untuk membahas persoalan distribusi serta antrean BBM subsidi jenis solar yang belakangan menjadi keluhan masyarakat, khususnya para sopir truk.
Keputusan tersebut merupakan hasil audiensi antara Pemerintah Kabupaten Mempawah dengan perwakilan Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah yang berlangsung di Ruang Balairung Setia, Selasa (7/7/2026). Audiensi itu digelar setelah ratusan sopir truk menyampaikan aspirasi mereka terkait distribusi solar subsidi.
Bupati Mempawah, Erlina, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi agar penyaluran solar subsidi dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan mengundang seluruh pemilik maupun pengelola SPBU di Kabupaten Mempawah untuk duduk bersama mencari solusi atas persoalan yang terjadi. Kehadiran mereka wajib karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” ujar Erlina.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap SPBU yang mengabaikan undangan tersebut.
“Apabila ada pemilik atau pengelola SPBU yang tidak menghadiri rapat tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah akan memberikan sanksi berupa penyegelan sementara. Langkah ini dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik dan seluruh pihak mematuhi aturan,” tegasnya.
Rapat bersama seluruh pemilik SPBU dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026. Pertemuan tersebut juga akan melibatkan Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi Kabupaten Mempawah serta perwakilan Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah.
Dalam audiensi itu, pemerintah dan perwakilan sopir juga menyepakati sejumlah langkah, di antaranya meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi, melibatkan unsur sopir dalam pengawasan di lapangan, menindak dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi, serta memastikan penyaluran BBM subsidi berlangsung secara adil, transparan, dan tepat sasaran.
Koordinator Aksi Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah, Umar Faruq Noer, menyambut baik komitmen yang disampaikan pemerintah daerah. Menurutnya, para sopir berharap hasil audiensi tidak berhenti pada kesepakatan semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata.
“Kami mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Mempawah yang telah membuka ruang dialog. Harapan kami, seluruh hasil kesepakatan dapat direalisasikan sehingga persoalan antrean panjang dan distribusi solar subsidi yang selama ini dikeluhkan sopir maupun masyarakat dapat segera teratasi,” kata Umar Faruq Noer.
Ia menambahkan, Aliansi Sopir siap mendukung upaya pemerintah dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar penyalurannya sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui pertemuan yang dijadwalkan pada 15 Juli mendatang, Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi bersama guna menciptakan sistem distribusi solar subsidi yang lebih tertib, transparan, serta memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat dan para pelaku transportasi. (rf)





