Orang Tua Kecewa, Pejabat Dinilai Sibuk Berfoto Saat Anak Tampil di Lapangan Komando Sekayam

Anak-anak tampil dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Komando, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Senin (17/8/2026). (Dok. Istimewa)

SANGGAU – Sejumlah orang tua peserta persembahan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengungkapkan kekecewaan terhadap sikap sejumlah pejabat dan tamu undangan saat anak-anak mereka tampil di Lapangan Komando, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Senin (17/8/2026).

Kekecewaan itu muncul setelah beberapa pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut dinilai tidak sepenuhnya memperhatikan penampilan anak-anak. Sejumlah orang tua melihat ada pejabat yang justru sibuk mengabadikan momen dengan berfoto ketika pertunjukan sedang berlangsung.

Padahal, menurut salah satu orang tua peserta, penampilan tersebut telah dipersiapkan anak-anak dengan penuh kesungguhan. Mereka menjalani latihan selama sekitar dua pekan sebelum tampil di hadapan masyarakat dan para undangan.

“Anak-anak sudah latihan kurang lebih dua minggu. Dalam sehari mereka bisa latihan dua kali, siang dan malam,” ujarnya.

Ia mengatakan, semangat anak-anak semakin tinggi setelah mendapat undangan untuk ikut tampil dalam rangkaian acara peringatan kemerdekaan tersebut.

“Anak-anak sangat antusias karena mereka merasa dipercaya untuk tampil di acara ini. Mereka ingin memberikan penampilan yang terbaik,” katanya.

Menurutnya, persoalan yang dipermasalahkan bukan sekadar aktivitas pejabat yang berfoto. Lebih dari itu, ia berharap anak-anak mendapatkan penghargaan atas proses latihan dan keberanian mereka tampil di depan banyak orang.

“Yang kami harapkan sebenarnya sederhana. Kalau anak-anak sedang tampil, paling tidak dilihat dan diapresiasi sampai selesai,” ungkapnya.

Ia menilai perhatian dari orang dewasa, khususnya para pejabat dan tamu undangan, dapat memberikan dampak positif bagi kepercayaan diri anak-anak.

“Anak-anak itu butuh merasa dihargai. Mereka sudah meluangkan waktu untuk latihan, bahkan siang dan malam. Apresiasi sederhana seperti menyaksikan penampilan mereka juga sangat berarti,” tambahnya.

Orang tua tersebut berharap kejadian serupa dapat menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan anak-anak pada masa mendatang.

Menurut dia, penampilan anak-anak bukan sekadar hiburan dalam sebuah acara seremonial. Ada proses latihan, kedisiplinan, keberanian, dan usaha yang perlu dihargai.

“Ini bukan soal tidak boleh berfoto. Tetapi ketika anak-anak sedang tampil, sebaiknya perhatian diberikan kepada mereka terlebih dahulu. Mereka sudah berusaha keras untuk tampil di depan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap panitia maupun seluruh tamu undangan dapat memberikan ruang dan perhatian yang lebih kepada peserta anak-anak dalam setiap kegiatan serupa.

“Semoga ke depan anak-anak yang tampil bisa benar-benar mendapatkan apresiasi. Karena dukungan seperti itu bisa membangun mental dan rasa percaya diri mereka,” pungkasnya. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan