P2D Kalbar Bagikan 2.000 Masker, Sasar Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap
PONTIANAK – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap ditunjukkan Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kalimantan Barat dengan membagikan 2.000 masker kepada pengguna jalan di Kota Pontianak.
Aksi tersebut berlangsung di kawasan Simpang Lampu Lalu Lintas Bundaran Digulis, Kota Pontianak, Jumat (4/9/2026). Masker dibagikan kepada masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan, mulai dari pengendara hingga pekerja.
Kegiatan ini dilaksanakan P2D Kalbar bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Sebanyak 2.000 masker yang dibagikan merupakan fasilitas dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.
Ketua Umum P2D Kalbar, Dra. Fransiska Edhitawaty Soeryamassoeka, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap bagi masyarakat.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang memberikan 2.000 masker. Dalam aksi ini, kami dari P2D Kalbar juga mengajak Bujang Dara Gawai 2026 yang merupakan subjek kesehatan representatif pemuda Kalimantan Barat untuk ikut serta turun langsung,” ujarnya.
Menurut Fransiska, pengguna jalan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena banyak di antaranya menghabiskan waktu di luar ruangan.
“Kami melihat pengguna jalan ini sangat beragam. Banyak tukang ojek, mahasiswa, ibu-ibu yang berjualan, hingga acek-acek (orang tua) yang memang sangat membutuhkan masker ini saat beraktivitas,” jelasnya.
Ia menilai penggunaan masker penting dilakukan masyarakat sebagai langkah preventif selama kondisi udara masih terdampak asap. Terlebih, aktivitas di luar ruangan membuat masyarakat lebih berisiko menghirup udara yang tidak sehat.
Fransiska juga mengingatkan agar masyarakat tidak lengah meskipun sejumlah upaya penanganan kabut asap telah dilakukan, termasuk melalui modifikasi cuaca.
“Meskipun Kota Pontianak sempat diguyur hujan buatan, ini tidak menyurutkan semangat kami. Ini adalah langkah preventif atau pencegahan, karena yang namanya bencana asap ini kita tidak tahu akan berlangsung sampai kapan,” pungkasnya.
Selain membagikan masker, P2D Kalbar turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Bujang Dara Gawai 2026 sebagai representasi generasi muda Kalimantan Barat dalam mengkampanyekan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap. (rf)





