Ditinggal Bekerja, Rumah Warga di Sungai Rasau Mempawah Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp86 Juta
MEMPAWAH – Sebuah rumah milik warga di RT 007/RW 003, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, hangus dilalap api pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kebakaran menghanguskan sekitar 90 persen bangunan rumah dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp86 juta.
Rumah tersebut merupakan milik Benediktus Babo (42). Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena Benediktus sedang bekerja sebagai karyawan perusahaan kelapa sawit, sementara istrinya bekerja sebagai buruh cuci di Sungai Pinyuh. Anak-anak mereka diketahui sedang bermain di rumah tetangga.
Berdasarkan keterangan saksi, Fatih Udin (38), kepulan asap tebal disertai kobaran api pertama kali terlihat berasal dari bagian belakang rumah yang diduga merupakan area dapur.
“Warga yang melihat kejadian langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya dengan mengambil air dari parit dan sumber air di sekitar lokasi agar kobaran api tidak merambat ke rumah-rumah lainnya,” kata saksi.
Berkat upaya gotong royong warga, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB atau hampir satu jam setelah pertama kali diketahui.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, api menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta berbagai barang berharga milik korban. Kerusakan diperkirakan mencapai 90 persen dengan total kerugian sekitar Rp86 juta.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Agus Suryana, mengatakan personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Anggota kami segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sungai Rasau. Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Agus Suryana.
Dari hasil pemeriksaan awal, kata Agus, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada instalasi listrik. Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan penyebabnya sebelum seluruh proses penyelidikan selesai.
“Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, tidak menggunakan kabel atau peralatan listrik yang sudah rusak, serta memastikan seluruh perangkat elektronik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” tambahnya.
Saat ini, Polsek Sungai Pinyuh masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh gangguan instalasi listrik, mengingat kejadian serupa kerap terjadi saat rumah ditinggalkan penghuninya. (rf)





