KUBU RAYA,- Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalur Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya. Insiden yang melibatkan sebuah minibus dan truk itu terjadi di Kilometer 19, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi minibus meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Sementara empat penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif.

Peristiwa nahas itu bermula ketika sebuah truk bernomor polisi KB 8981 HF yang dikemudikan Riswan (35) melaju dari arah Pontianak menuju Sanggau.

Saat melintas di depan SPBU Desa Korek, dari arah berlawanan muncul minibus KB 1583 VL yang dikemudikan Rudyanto (32). Kendaraan tersebut diduga tiba-tiba kehilangan kendali hingga melebar ke jalur kanan.

Benturan keras pun tidak dapat dihindarkan karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya Iptu J. Effendhy Kusuma melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di depan SPBU Desa Korek, minibus yang datang dari arah berlawanan tiba-tiba kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan sehingga terjadi tabrakan dengan truk,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kecelakaan dipicu kondisi pengemudi minibus yang mengalami kelelahan saat berkendara pada dini hari.

Diduga kuat pengemudi mengalami micro sleep atau tertidur sesaat sehingga kendaraan keluar jalur dan menyebabkan tabrakan fatal.

“Dugaan sementara, pengemudi minibus mengalami kelelahan hingga terjadi micro sleep. Hal tersebut menyebabkan kendaraan keluar dari jalurnya,” jelas Ade.

Akibat kecelakaan itu, Rudyanto selaku pengemudi minibus mengalami luka serius dan sempat mendapatkan perawatan di RS Kartika Husada. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Korban diketahui merupakan warga Sungai Ambangah, Kumpai, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu, empat penumpang minibus lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi. Dua korban dirawat di RS Kartika Husada, sedangkan dua lainnya dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.

Korban luka-luka yang dirawat di RS Kartika Husada masing-masing bernama Heni Kurniati (26), warga Dusun Karya I, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, serta Tegar Tri Wahyudi (25), warga Dusun Karya I, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang.

Adapun korban yang dirujuk ke RSUD Soedarso yakni Siti Khodijah (29), warga Jalan Pasundan, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, dan Fransiskus Sendra (35), warga Dusun Sungai Sawak, Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang.

Sedangkan pengemudi truk, Riswan, yang merupakan warga Dusun Karya II, Desa Jawa Tengah, dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melakukan perjalanan jauh pada malam hingga dini hari yang rawan memicu kelelahan dan micro sleep.

Kepolisian menegaskan bahwa micro sleep menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering kali diabaikan pengendara.

Pengemudi diminta tidak memaksakan diri apabila mulai merasakan kantuk atau kelelahan saat berkendara. Pengendara disarankan beristirahat sejenak di rest area, SPBU, atau tempat aman lainnya demi keselamatan bersama.

“Lebih baik meluangkan waktu sekitar 15 sampai 30 menit untuk beristirahat daripada memaksakan berkendara dalam kondisi mengantuk,” tegas Ade.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih ditangani Unit Laka Lantas Satlantas Polres Kubu Raya guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi di Jalur Trans Kalimantan.

Iklan