Karhutla Mengancam, 200 Personel Polres Mempawah Gelar Shalat Istisqa Mohon Hujan Turun

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto bersama personel Polres Mempawah melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Mapolres Mempawah, Minggu (30/8/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah ancaman karhutla. (Dok. Humas Polres MPW)

MEMPAWAH — Di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Polres Mempawah, Polda Kalimantan Barat, melakukan ikhtiar dengan menggelar Shalat Istisqa atau shalat memohon turunnya hujan.

Shalat Istisqa dilaksanakan di halaman Mapolres Mempawah, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti sekitar 200 personel kepolisian bersama sejumlah tokoh agama.

Shalat dipimpin Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah, Ustadz Muhammad Solihin. Turut hadir Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel, para pejabat utama (PJU) Polres Mempawah serta personel kepolisian.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, seluruh peserta menundukkan kepala dan memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, lingkungan dan wilayah Kabupaten Mempawah.

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan jajaran kepolisian di tengah kondisi cuaca yang masih kering.

Menurut Ade Chandra, doa dan usaha harus berjalan beriringan. Selain memohon pertolongan kepada Allah SWT, masyarakat juga harus terus melakukan langkah nyata untuk mencegah terjadinya karhutla.

“Melalui Shalat Istisqa ini, kami mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk bersama-sama berikhtiar dan berdoa memohon pertolongan Allah SWT,” ujar Ade Chandra.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi jalan turunnya hujan yang cukup dan membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Mudah-mudahan dari Shalat Istisqa ini Allah SWT segera menurunkan hujan yang berkah dan bermanfaat dari langit-Nya yang mulia,” katanya.

Ade Chandra juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi karhutla. Kondisi lahan yang kering, kata dia, membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih di tengah kondisi cuaca yang mudah menyebabkan api menyebar.

“Karena kondisi lahan saat ini cukup kering, kita harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, situasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi manusia untuk menyadari keterbatasan diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dari musibah ini kita juga belajar bahwa kita tidak memiliki kekuasaan apa pun di hadapan Allah. Mari kita semakin merendahkan hati dan berserah diri kepada Allah SWT. Semoga Allah meridhoi ikhtiar kita bersama,” tuturnya.

Pelaksanaan Shalat Istisqa juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara kepolisian, tokoh agama dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Tidak hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Polres Mempawah berharap ikhtiar dan doa bersama tersebut mendapat ridho Allah SWT sehingga hujan segera turun di wilayah Kabupaten Mempawah.

Dengan turunnya hujan, diharapkan kondisi lahan yang kering dapat kembali membaik dan risiko terjadinya karhutla dapat ditekan.

Kegiatan Shalat Istisqa di halaman Mapolres Mempawah berlangsung aman, tertib, lancar dan penuh kekhidmatan. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan