Hari Ketiga Pencarian, Nelayan Sungai Duri Ditemukan Meninggal Dekat Pulau Semesak

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah nelayan yang ditemukan pada hari ketiga pencarian di perairan dekat Pulau Semesak, Bengkayang, Selasa (29/9/2026). (Dok. Istimewa)

BENGKAYANG – Pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Dusun Siliwangi, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, akhirnya membuahkan hasil.

Korban, Tjhin Syak Hoi (66), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Selasa (29/9/2026).

Warga Dusun Siliwangi tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah turun ke laut untuk mengangkat pukat ikan. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di sejumlah titik perairan yang diperkirakan menjadi lokasi korban berada.

Kapolsek Sungai Raya Polres Bengkayang AKP Imam Widhiatmoko mengatakan, pencarian pada hari ketiga dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Tim bergerak menyusuri perairan laut Sungai Duri hingga menuju perairan Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Pencarian dilakukan menggunakan speed boat dan melibatkan sejumlah unsur SAR.

“Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sekitar pukul 13.40 WIB di perairan Laut Cina Selatan, dekat Pulau Semesak, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan,” ujar AKP Imam Widhiatmoko.

Menurutnya, korban ditemukan dalam keadaan mengambang di permukaan laut. Saat ditemukan, pakaian yang dikenakan korban masih sama seperti ketika korban dilaporkan hilang.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah mengambang dan mengalami pembengkakan pada bagian tubuh karena sudah beberapa hari berada di air laut. Pakaian yang digunakan korban saat sebelum kejadian juga masih dikenakan,” jelasnya.

Setelah ditemukan, tim langsung melakukan proses evakuasi terhadap jenazah. Korban dibawa dari lokasi penemuan menuju Dermaga Pulau Randayan, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.

Dari dermaga, jenazah kemudian dibawa menggunakan kendaraan pikap menuju Yayasan Cong Sen Sa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.

“Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke Dermaga Pulau Randayan dan selanjutnya menuju Yayasan Cong Sen Sa Sungai Duri sesuai permintaan pihak keluarga,” kata AKP Imam.

Jenazah tiba di Yayasan Cong Sen Sa Sungai Duri sekitar pukul 15.30 WIB untuk kemudian disemayamkan.

Dalam proses pencarian, sejumlah unsur dilibatkan, di antaranya personel Polsek Sungai Raya, Satpolairud Polres Bengkayang, Sat Samapta Polres Bengkayang, Koramil 1209-03/Sungai Raya, Basarnas, BPKS Mensacosa Sungai Duri serta masyarakat.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang telah diderita selama bertahun-tahun. Selama ini, korban juga disebut rutin mengonsumsi obat.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kematian korban dan meminta agar jenazah tidak dilakukan proses visum maupun autopsi.

“Keluarga korban sudah menerima dan menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke Yayasan Cong Sen Sa Sungai Duri untuk disemayamkan,” ungkap AKP Imam.

Meski keluarga menolak visum dan autopsi, kepolisian tetap melakukan sejumlah tahapan penanganan atas kejadian tersebut.

Langkah yang dilakukan meliputi pengecekan lokasi kejadian, pengumpulan bahan keterangan, pencarian bersama tim SAR gabungan, proses evakuasi, hingga penyusunan berita acara penolakan autopsi.

“Seluruh proses penanganan sudah kami lakukan, mulai dari pengecekan TKP, pengumpulan bahan keterangan, pencarian bersama tim SAR gabungan, hingga evakuasi dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga,” pungkas AKP Imam. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan