Arief Rinaldi Dorong Layanan Kesehatan Gratis PMI Menjangkau 9 Kecamatan di Mempawah
MEMPAWAH — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mempawah bersama Karang Taruna Kabupaten Mempawah memperluas layanan kesehatan masyarakat melalui program Pos Keliling (Posling) “Nafas Sehat”. Senin (14/9/2026).
Program tersebut menyasar masyarakat di sembilan kecamatan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan perhatian khusus terhadap kelompok yang dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, di antaranya lansia, ibu hamil, anak-anak dan perempuan.
Kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini dilaksanakan secara bertahap selama sembilan hari, mulai 9 hingga 17 September 2026. Sembilan kecamatan yang menjadi sasaran meliputi Mempawah Hilir, Sungai Pinyuh, Mempawah Timur, Segedong, Jongkat, Anjongan, Toho, Sadaniang dan Sungai Kunyit.
Ketua PMI Kabupaten Mempawah, Arief Rinaldi, mengatakan Posling Nafas Sehat merupakan bagian dari upaya PMI untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah pedesaan.
Menurut Arief, kelompok rentan menjadi prioritas karena membutuhkan perhatian dan pemantauan kesehatan yang lebih intensif.
“Dalam kegiatan ini, kami memprioritaskan masyarakat yang paling rentan terhadap persoalan kesehatan, terutama lansia, ibu hamil, anak-anak dan kaum perempuan,” ujar Arief Rinaldi.
Ia menjelaskan, pelayanan tersebut melibatkan tenaga medis dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Mempawah yang berada di bawah koordinasi dr. Sugeng Eko Widodo. Tim medis juga mendapat dukungan dari Markas Relawan PMI yang dipimpin Hari.
Arief menilai keterlibatan relawan dan organisasi kepemudaan sangat penting untuk memastikan layanan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Kami ingin pelayanan kesehatan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kolaborasi dengan Karang Taruna menjadi penting, terutama dalam menjangkau masyarakat di tingkat desa,” katanya.
Ia berharap kegiatan Posling Nafas Sehat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Mempawah, Dewo Dirgantara, mengatakan pihaknya berperan dalam membantu menentukan lokasi dan sasaran pelayanan di masing-masing kecamatan.
Dewo menyebut penentuan desa tidak dilakukan secara terpusat, melainkan dikoordinasikan bersama pengurus Karang Taruna dan PMI di tingkat kecamatan. Langkah tersebut dilakukan agar lokasi pelayanan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Rundown kegiatan untuk sembilan kecamatan sudah kami sampaikan. Selanjutnya, pengurus Karang Taruna dan PMI di kecamatan melakukan pemetaan untuk menentukan desa yang paling tepat menjadi lokasi pelayanan,” jelas Dewo.
Menurut Dewo, koordinasi hingga tingkat desa juga diperlukan untuk memastikan warga yang menjadi sasaran utama dapat mengetahui dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
“Kami berharap teman-teman di tingkat kecamatan dapat membantu mengarahkan warga yang menjadi prioritas, sehingga pelayanan tidak hanya ramai, tetapi juga benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Posling Nafas Sehat melibatkan sejumlah unsur, mulai dari dokter, perawat, pengurus PMI, pengurus Karang Taruna, relawan, tim dokumentasi hingga pengemudi.
Selain tim utama, sekitar lima pengurus PMI dan Karang Taruna di tingkat kecamatan turut dilibatkan pada setiap lokasi untuk membantu mengatur pelayanan dan koordinasi dengan masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pedesaan dan memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Melalui kolaborasi PMI dan Karang Taruna, pelayanan Posling Nafas Sehat ditargetkan dapat berlangsung secara terarah di sembilan kecamatan selama periode pelaksanaan, sekaligus memperkuat peran relawan dan pemuda dalam membantu kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mempawah. (rf)





