Doa Bersama di Perayaan Robo-Robo di SDN 01 Sungai Pinyuh, Tradisi Turun-Temurun Terus Dikenalkan ke Generasi Muda

Guru, murid, dan wali murid SDN 01 Sungai Pinyuh mengikuti doa bersama dalam rangka tradisi Robo-Robo, Rabu (12/8/2026). (Dok. Istimewa)

MEMPAWAH – Nuansa kebersamaan terlihat di SDN 01 Jalan Pendidikan, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu (12/8/2026) pagi. Guru, murid, dan wali murid berkumpul mengikuti doa bersama dalam rangka memperingati tradisi Robo-Robo.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi masyarakat di Kabupaten Mempawah yang hingga kini masih dilaksanakan secara turun-temurun. Selain menjadi momentum pelestarian budaya, Robo-Robo juga dimaknai sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa memohon keselamatan.

Dengan khidmat, peserta yang beragama Islam mengikuti rangkaian doa bersama. Mereka memohon kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan serta dijauhkan dari berbagai musibah, bencana, dan marabahaya.

Kepala SDN 01 Sungai Pinyuh, Suyanto, S.Pd.SD., mengatakan kegiatan Robo-Robo merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan masyarakat setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai budaya sekaligus religius yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

“Robo-Robo ini merupakan budaya kita yang setiap tahun kita laksanakan. Dalam momentum ini kita membaca doa selamat dan memohon perlindungan kepada Allah SWT,” ujar Suyanto.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Robo-Robo di lingkungan sekolah tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengajarkan kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

“Kita berharap ke depannya kampung kita dijauhkan dari segala marabahaya. Ini juga menjadi ikhtiar batin kita dengan memanjatkan doa bersama,” katanya.

Suyanto menilai antusiasme guru, siswa, dan wali murid dalam mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi Robo-Robo masih memiliki tempat di tengah masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam tradisi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mempertahankan warisan budaya lokal.

“Seluruh masyarakat ikut terlibat dan turun bersama, khususnya yang beragama Islam. Makna Robo-Robo bagi kita adalah berdoa dan memohon agar dijauhkan dari bala,” jelas Suyanto.

Selain mengandung nilai religius, kegiatan Robo-Robo juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Suyanto berharap tradisi Robo-Robo tidak berhenti pada pelaksanaan tahunan saja, tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Jangan sampai tradisi ini hilang. Anak-anak harus mengetahui bahwa Robo-Robo merupakan bagian dari budaya masyarakat kita yang harus terus dijaga,” pungkasnya. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan