AGLIB 2026 HIMAGROTEK Untan Hadir di Desa Sejiram, Perkuat Pengabdian dan Pemberdayaan Pertanian

Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura bersama masyarakat Desa Sejiram mengikuti kegiatan Agroteknologi Lintas Batas (AGLIB) 2026 di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Jumat (12/6/2026) foto : Istimewa

SAMBAS Ratusan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Untan) melaksanakan kegiatan Agroteknologi Lintas Batas (AGLIB) 2026 di Desa Sejiram, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Program yang berlangsung pada 11 hingga 14 Juni 2026 tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian desa.

Mengusung tema “Dari Pengabdian Tumbuh Perubahan”, kegiatan ini melibatkan 117 mahasiswa semester II sebagai peserta utama. Mereka didampingi oleh 81 panitia yang berasal dari mahasiswa semester IV dan VI yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGROTEK) Fakultas Pertanian Untan.

Ketua Umum HIMAGROTEK, Putra Bagas Kardanugraha, menjelaskan bahwa AGLIB merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk memperluas pengalaman mahasiswa di luar ruang perkuliahan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami kondisi nyata di masyarakat serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama masa perkuliahan.

“Program ini bukan hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan, tetapi juga bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Kami ingin hadir dan berkontribusi secara langsung dalam mendukung pengembangan pertanian desa,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas pertanian bersama warga setempat. Mereka mendampingi petani dalam budidaya sejumlah komoditas unggulan seperti padi, cabai, jeruk, serta tanaman pertanian lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Desa Sejiram.

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pertanian di lapangan, mulai dari proses budidaya hingga tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola usaha taninya.

Tidak hanya fokus pada pendampingan budidaya, AGLIB 2026 juga menghadirkan kegiatan edukatif melalui kerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tebas dan Tim Penggerak PKK Desa Sejiram. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk penyuluhan mengenai ketahanan pangan serta pengembangan hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen masyarakat.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Camat Tebas dan ditandai dengan penanaman pohon di lingkungan Kantor Desa Sejiram. Kegiatan simbolis tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Kepala Desa Sejiram, Hemdi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa Untan di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat karena membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dengan petani.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia pertanian,” katanya.

Sementara itu, Dosen Pembina HIMAGROTEK, Mahmudi, S.P., M.P., menilai program AGLIB merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai kondisi pertanian di lapangan, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta membangun karakter sebagai calon sarjana pertanian yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Melalui AGLIB 2026, HIMAGROTEK Untan berharap dapat mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu mendukung kemajuan sektor pertanian di daerah perbatasan dan pedesaan. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan