Nelayan Kubu Raya Diperkuat Lewat Pelatihan SAR Community
KUBU RAYA, – Upaya meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terus dilakukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Melalui Kantor SAR Pontianak, Basarnas menggelar kegiatan Pelatihan SAR Community bagi para nelayan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Kapasitas dan Peran Nelayan sebagai Potensi SAR dalam Mendukung Penyelenggaraan Operasi SAR di Perairan” itu berlangsung selama dua hari, mulai 18 hingga 19 Mei 2026, di Aula Kantor Camat Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kemampuan masyarakat, khususnya nelayan, dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan. Mengingat profesi nelayan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, pemahaman mengenai keselamatan pelayaran dan teknik pertolongan pertama dinilai sangat penting.
Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Basarnas, Didi Hamzar, mengatakan program SAR Community yang dilaksanakan Kantor SAR Pontianak merupakan salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat pesisir sebagai bagian dari potensi SAR nasional.
Menurutnya, nelayan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membantu proses pencarian dan pertolongan, terutama ketika terjadi kecelakaan atau musibah di laut. Sebab, para nelayan merupakan pihak yang paling sering beraktivitas di wilayah perairan dan kerap menjadi orang pertama yang mengetahui adanya kondisi darurat.
“Program SAR Community Potensi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Pontianak ini khususnya dilaksanakan di Kubu Raya dengan bekerja sama bersama DPD HNSI Kalbar, Damkar, dan para nelayan sebagai peserta kegiatan,” ujarnya, Selasa (18/5/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya nelayan, agar memiliki kemampuan dasar dalam melakukan tindakan penyelamatan ketika menghadapi situasi darurat di perairan.
Selain itu, pelatihan juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut. Menurut Didi, edukasi dan pelatihan semacam ini menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko korban jiwa akibat kecelakaan perairan.
“Nelayan merupakan profesi dengan risiko tinggi. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman terkait keselamatan dan pertolongan di laut,” katanya.
Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi dasar terkait operasi SAR, teknik pertolongan pertama, penggunaan alat keselamatan, hingga prosedur penanganan korban di perairan. Tidak hanya teori, peserta juga dibekali simulasi penanganan kondisi darurat agar lebih siap ketika menghadapi situasi nyata di lapangan.
Basarnas menilai keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok nelayan, sangat penting dalam mendukung keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan. Dengan wilayah perairan Kalimantan Barat yang cukup luas dan aktivitas masyarakat yang tinggi di sungai maupun laut, kehadiran potensi SAR dari unsur masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis kepada para nelayan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Menurutnya, pengetahuan dasar mengenai keselamatan dan penyelamatan dapat membantu nelayan mengambil tindakan yang tepat sekaligus mencegah terjadinya risiko yang lebih besar.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para nelayan bisa memahami dan mengetahui bagaimana bertindak dalam kondisi darurat, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan SAR Community bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan masyarakat pesisir.
Dengan meningkatnya kemampuan nelayan, diharapkan proses evakuasi awal ketika terjadi kecelakaan dapat dilakukan lebih cepat sebelum tim SAR tiba di lokasi kejadian. Hal itu menjadi sangat penting mengingat faktor waktu sering kali menjadi penentu keselamatan korban dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Selain memberikan pembekalan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi antara Basarnas, pemerintah daerah, organisasi nelayan, serta unsur masyarakat lainnya. Kolaborasi antarlembaga dinilai menjadi kunci dalam memperkuat sistem keselamatan di wilayah perairan.
Basarnas bersama Kantor SAR Pontianak juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pencarian dan pertolongan. Pelatihan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah pesisir di Kalimantan Barat.
“Kantor SAR Pontianak akan terus berkomitmen melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pencarian dan pertolongan,” tegas I Made Junetra.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Para nelayan mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat dalam menunjang aktivitas mereka sehari-hari di laut maupun perairan sungai.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, penanganan kondisi darurat di laut diharapkan menjadi lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Kabupaten Kubu Raya sendiri merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang memiliki aktivitas perairan cukup tinggi. Banyak masyarakat menggantungkan mata pencaharian sebagai nelayan maupun pelaku transportasi air, sehingga edukasi terkait keselamatan menjadi kebutuhan penting.
Melalui pelatihan SAR Community ini, Basarnas berharap masyarakat pesisir tidak hanya menjadi objek penyelamatan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.




