Polres Mempawah Naikkan Kasus Dugaan Pembakaran Lahan Anggota DPRD ke Penyidikan
MEMPAWAH — Polres Mempawah menaikkan penanganan kasus dugaan pembakaran lahan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Selasa (22/09/2026).
Kasus tersebut bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial pada Minggu (20/9/2026) yang memperlihatkan aktivitas pembakaran sisa lahan yang diduga dilakukan oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari Partai Hanura.
Dalam video tersebut, yang bersangkutan terlihat berada di lokasi lahan bersama sejumlah orang. Aktivitas yang terekam kemudian menjadi perhatian publik, terlebih karena terjadi di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah.
Informasi mengenai video tersebut selanjutnya diterima dan ditindaklanjuti Polres Mempawah.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, sejak video tersebut mulai beredar, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk memastikan fakta sebenarnya di lokasi.
“Berdasarkan mulai beredarnya video viral pada hari Minggu tanggal 20 September 2026, kami langsung menurunkan tim kami dari Inafis, Reskrim, beserta anggota Polsek ke lokasi yang diduga menjadi tempat pembakaran tersebut,” kata Ade Chandra.
Menurutnya, petugas kemudian melakukan pengumpulan bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak-pihak yang berkaitan dengan video tersebut.
“Kami mulai melakukan pengumpulan bukti-bukti dan para saksi, khususnya yang ada di video yang beredar tersebut serta oknum anggota DPRD tersebut,” ujarnya.
Dalam proses penanganan perkara, pihak DPRD Kabupaten Mempawah disebut bersikap kooperatif. Ade mengatakan, anggota DPRD yang bersangkutan bahkan diantar oleh pihak DPRD untuk menjalani pemeriksaan dan klarifikasi awal di kepolisian.
“Dari pihak DPRD Mempawah sangat kooperatif, mendukung serta mengantar langsung oknum anggotanya yang bersangkutan kepada kami untuk proses pemeriksaan dan klarifikasi awal,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan terhadap pihak terkait, kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lainnya.
Dari hasil penanganan awal tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan aktivitas pembakaran lahan.
“Juga kami lanjut olah TKP lanjutan, mengumpulkan saksi-saksi yang lain dan beberapa alat bukti,” kata Ade.
Ia menyebut sejumlah barang bukti yang telah ditemukan di lokasi antara lain korek gas yang diduga digunakan untuk menyalakan api, sampel tanah, serta ranting pohon yang terbakar.
“Barang bukti yang telah kami temukan dari lapangan antara lain korek gas yang diduga digunakan, sampel tanah dan ranting pohon yang terbakar di lokasi tersebut,” jelasnya.
Hingga saat ini, sedikitnya empat orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring pengembangan penyidikan.
“Untuk sementara saksi kurang lebih empat orang dan akan terus kami kembangkan, agar kita bisa mendapatkan gambaran utuh dari kejadian dugaan pembakaran tersebut,” ujar Ade.
Kapolres menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan bukti yang telah dikumpulkan, status penanganan perkara kini telah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.
“Statusnya sudah kami naikkan, berdasarkan perkara awal, dari penyelidikan ke status penyidikan,” tegasnya.
Meski demikian, kenaikan status perkara ke penyidikan belum serta-merta berarti pihak yang diperiksa telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti, keterangan saksi, serta fakta-fakta lain yang ditemukan selama proses penyidikan.
Sebelumnya, kepolisian telah melakukan olah TKP setelah video tersebut beredar. Langkah itu dilakukan untuk mencocokkan informasi dalam video dengan kondisi sebenarnya di lokasi.
Perkembangan terbaru perkara ini menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah situasi karhutla dan kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah Mempawah.
Polres Mempawah menyatakan proses penyidikan masih terus dikembangkan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai dugaan pembakaran yang terekam dalam video tersebut. (rf)





