Kedatangan JS Kunisaki dan Menhan Sjafrie, Dandim dan Kapolres Mempawah Pastikan Aktivitas di Kijing Kondusif
MEMPAWAH — Sinergi lintas instansi terus diperkuat dalam mengawal kedatangan bantuan kemanusiaan dari Jepang melalui kapal JS Kunisaki di Terminal Pelabuhan Internasional Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Sejak kapal milik Angkatan Laut Jepang tersebut tiba pada Kamis, 10 September 2026, aktivitas di kawasan pelabuhan terus mendapat pemantauan dari unsur TNI, Polri, PT Pelindo, serta pihak terkait lainnya.
Pemantauan juga dilakukan saat Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, tiba di Pelabuhan Kijing pada Selasa, 15 September 2026, untuk meninjau langsung kapal JS Kunisaki dan dukungan yang dibawa dalam rangka membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat.
Komandan Kodim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han., bersama Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, terus melakukan pemantauan terhadap rangkaian kegiatan tersebut.
Selain kedatangan kapal dan kunjungan Menhan, pengamanan serta pemantauan juga dilakukan terhadap aktivitas helikopter CH-47 Chinook milik Jepang, termasuk saat pelaksanaan uji terbang di sekitar kawasan Pelabuhan Kijing.
Kolaborasi antarinstansi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran bantuan kemanusiaan Jepang untuk penanganan karhutla.
Sebelumnya, pihak kepolisian menyampaikan bahwa koordinasi bersama TNI, jajaran PT Pelindo, dan pihak terkait terus dilakukan selama bantuan kemanusiaan Jepang berada di wilayah Mempawah.
“Kami selalu bersinergi dengan TNI, jajaran PT Pelindo, dan pihak-pihak terkait untuk menjaga keamanan serta kondusivitas selama bantuan kemanusiaan dari Jepang berada di wilayah kami.”
Pengamanan juga menjadi perhatian karena kawasan Pelabuhan Internasional Kijing merupakan bagian dari kawasan strategis dan objek vital. Pos pengamanan turut ditempatkan untuk mendukung pemantauan aktivitas di kawasan tersebut.
“Kami juga telah mendirikan Pos Polisi di kawasan PSN Kijing. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menjaga keamanan kawasan PSN, khususnya objek vital seperti Pelabuhan Kijing.”
Hingga Selasa, 15 September 2026, rangkaian kegiatan yang melibatkan kapal JS Kunisaki, personel Jepang, helikopter CH-47 Chinook, hingga kunjungan Menteri Pertahanan RI terpantau berlangsung aman dan kondusif.
Di sisi lain, kedatangan bantuan Jepang diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Mempawah.
Personel TNI dan Polri di wilayah Mempawah sebelumnya juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan penanganan karhutla, mulai dari pemantauan hingga membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi.
Dengan adanya dukungan dari Jepang, kemampuan penanganan karhutla diharapkan semakin diperkuat, terutama melalui penggunaan helikopter CH-47 Chinook yang memiliki kemampuan mendukung operasi pemadaman dari udara.
“Kami juga sebelumnya turun membantu pemadaman di wilayah yang kami tangani. Dengan adanya bantuan dari negara sahabat seperti ini, tentunya sangat membantu dan diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla.”
Selain penanganan kebakaran, kondisi kabut asap yang sempat memengaruhi kualitas udara di wilayah Mempawah juga menjadi perhatian. Imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah terus dilakukan.
Pengendara juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama ketika keluar rumah agar menggunakan masker. Bagi pengendara, kami juga mengingatkan untuk menyalakan lampu kendaraan ketika kondisi kabut asap membuat jarak pandang terbatas.”
Sinergi TNI, Polri, PT Pelindo, serta pihak terkait lainnya diharapkan terus berjalan selama proses dukungan kemanusiaan Jepang berlangsung.
Selain menjaga keamanan kawasan Pelabuhan Kijing, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya bersama dalam menghadapi karhutla dan dampak kabut asap di Kabupaten Mempawah serta wilayah Kalimantan Barat. (rf)





