Dua LCAC Milik Jepang Mendarat di Pantai Karta Bengkayang, Dukung Operasi Karhutla Kalbar
BENGKAYANG — Rangkaian dukungan Jepang untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kembali berlanjut. Dua unit kapal pendarat berbantalan udara milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) mendarat di Pantai Karta, Dusun Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jumat (11/9/2026).
Kedua armada tersebut adalah LCAC 05 dan LCAC 06, masing-masing dengan nomor kendaraan 2105 dan 2106.
Landing Craft Air Cushion (LCAC) merupakan kendaraan pendarat yang menggunakan bantalan udara untuk bergerak di atas permukaan air dan menuju kawasan pesisir. Kendaraan ini digunakan untuk mendukung mobilisasi personel maupun peralatan dari kapal menuju daratan.

Proses pendaratan kedua armada tersebut dipantau langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1209/Bengkayang, Letkol Inf Aprianda. Jajaran Kodim 1209/Bengkayang juga melakukan pemantauan terhadap seluruh tahapan kegiatan di kawasan pesisir Karimunting.
Letkol Inf Aprianda mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pendaratan armada JMSDF berjalan lancar dan mengikuti prosedur operasional standar.
“Kami melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pendaratan armada tersebut agar berjalan lancar dan sesuai prosedur operasional standar,” ujar Letkol Inf Aprianda.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian dukungan penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Pemantauan dilakukan agar seluruh proses di wilayah Bengkayang berlangsung aman, tertib, dan terkoordinasi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dukungan penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Kami memastikan seluruh proses di wilayah Bengkayang berjalan aman, tertib, dan terkoordinasi,” katanya.
Bagian dari Rangkaian Dukungan Jepang
Kedatangan LCAC 05 dan LCAC 06 berkaitan dengan pengerahan armada serta peralatan Jepang untuk membantu operasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Sebelumnya, kapal angkut milik JMSDF, JS Kunisaki (LST-4003), tiba di Terminal Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kamis (10/9/2026).
Kapal tersebut membawa sekitar 180 personel Pasukan Bela Diri Jepang serta tiga unit helikopter berat CH-47 Chinook. Helikopter itu akan mendukung operasi water bombing untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Pergerakan dua LCAC menuju Pantai Karta menjadi bagian dari rangkaian mobilisasi armada JMSDF dalam mendukung operasi tersebut. Kehadiran kendaraan pendarat ini juga memperlihatkan bahwa dukungan Jepang tidak hanya mencakup unsur udara, tetapi turut melibatkan sarana transportasi dan logistik untuk menunjang kegiatan di lapangan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan penanganan karhutla, khususnya dalam menghadapi kondisi kebakaran yang membutuhkan pengerahan personel, peralatan, dan sarana operasional secara terpadu.
Dengan mendaratnya dua LCAC di pesisir Karimunting, rangkaian kedatangan armada Jepang untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat kini turut menjangkau wilayah Kabupaten Bengkayang. (rf)





