Kapolda Kalbar Cek Karhutla hingga Pengamanan Terminal Kijing dan Smelter BAI di Mempawah

Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar meninjau penanganan karhutla di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, sekaligus mengecek kesiapan pengamanan Terminal Kijing dan kawasan smelter PT BAI, Senin (31/8/2026). (Dok. Humas Polres Mempawah)

MEMPAWAH — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar ke Kabupaten Mempawah, Senin (31/8/2026).

Namun, kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada upaya pengendalian karhutla. Kapolda Kalbar bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar juga mengecek kesiapan pengamanan sejumlah objek vital nasional (Obvitnas), termasuk kawasan Terminal Kijing dan proyek smelter PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Kecamatan Sungai Kunyit.

Rangkaian kunjungan dimulai sekitar pukul 09.55 WIB di wilayah hukum Polsek Sungai Kunyit, Polres Mempawah.

Kapolda Kalbar didampingi Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Kepala BPBD Mempawah Aswin AS, unsur Forkopimcam Sungai Kunyit serta sejumlah pihak dari pengelola Terminal Kijing dan PT BAI.

Tinjau Langsung Titik Karhutla

Lokasi pertama yang didatangi rombongan yakni titik hotspot karhutla di RT 004/RW 001, Dusun Semayar, Desa Sungai Kunyit Hulu, Kecamatan Sungai Kunyit.

Kapolda melihat langsung kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memantau langkah penanganan yang dilakukan petugas di lapangan.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla tidak hanya dilakukan secara reaktif ketika api muncul, tetapi juga diikuti langkah pencegahan dan mitigasi untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa hingga masyarakat.

“Sinergi seluruh unsur sangat penting dalam menghadapi karhutla. Kondisi cuaca yang kering membuat potensi kebakaran harus terus diantisipasi agar tidak meluas dan berdampak terhadap masyarakat,” demikian poin penekanan Kapolda dalam kunjungan tersebut.

Kapolda juga memastikan personel di lapangan terus melakukan langkah-langkah penanganan terhadap titik api serta mengedepankan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Lanjut ke Terminal Kijing

Setelah meninjau lokasi karhutla, rombongan kemudian menuju kawasan Pelabuhan/Terminal Kijing Sungai Kunyit.

Kawasan tersebut menjadi perhatian karena merupakan bagian dari infrastruktur strategis nasional. Di lokasi, Kapolda mengecek kesiapan sistem pengamanan sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak pengelola.

Pembahasan tidak hanya menyangkut pengamanan aktivitas di kawasan terminal, tetapi juga mencakup lingkungan sekitar dan wilayah pesisir.

“Pengamanan objek vital nasional harus dipastikan berjalan secara optimal. Koordinasi antara kepolisian dan pengelola menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas di kawasan ini,” menjadi penekanan Kapolda dalam kegiatan tersebut.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini, terutama pada kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan investasi strategis.

Cek Pengamanan Smelter BAI

Dari Terminal Kijing, rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan proyek smelter PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Di kawasan industri tersebut, Kapolda kembali melakukan koordinasi terkait kesiapan pengamanan. Aspek keamanan lingkungan investasi menjadi salah satu perhatian, mengingat keberadaan proyek strategis tersebut berkaitan dengan aktivitas industri berskala besar.

Kapolda meminta koordinasi antarpihak terus diperkuat sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi tanpa menghambat kegiatan operasional.

“Keamanan kawasan investasi strategis perlu dijaga bersama. Polri akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar aktivitas di kawasan dapat berlangsung aman dan kondusif,” demikian poin penyampaian Kapolda.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam memastikan kesiapan pengamanan pada kawasan-kawasan strategis yang berada di wilayah Kalimantan Barat.

Dihadiri Sejumlah Pejabat dan Pengelola Kawasan

Dalam kegiatan tersebut turut hadir GM PT Pelindo Regional 2 Pontianak Yanto, Manajer Kawasan Terminal Kijing Panji Rahmat Lianto, Direktur Utama PT BAI Darwin Saleh Siregar serta Manajer Eksternal PT BAI Yan Eka.

Hadir pula Camat Sungai Kunyit Feri Ramadhani, Kapolsek Sungai Kunyit Iptu Lodrick Taliak Hungan, Kepala Puskesmas Rawat Jalan Sungai Kunyit dr. Rizkia Aulia dan Kepala Desa Sungai Kunyit Hulu Mat Harun.

Kunjungan Kapolda Kalbar ini memperlihatkan bahwa penanganan karhutla dan pengamanan objek vital nasional menjadi dua agenda yang berjalan beriringan, khususnya di wilayah Sungai Kunyit yang memiliki kawasan industri dan infrastruktur strategis.

Di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya ancaman karhutla, penguatan koordinasi antarlembaga dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi dan investasi di Kabupaten Mempawah tetap berlangsung aman. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan