Duka di Balik Semarak HUT RI ke-81, Remaja Desa Pak Utan Mempawah Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Pikap Saat Pasang Bendera
MEMPAWAH – Di balik semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tersimpan kisah duka dari pelosok Kabupaten Mempawah. Seorang remaja asal Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat ikut membantu memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul untuk menyambut HUT ke-81 RI.
Korban diketahui bernama Perianto atau Peri Yanto (23). Ia meninggal dunia setelah mengalami cedera berat pada bagian kepala akibat terjatuh dari kendaraan pikap yang ditumpanginya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, di Jalan Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.
Sebelum kejadian, Perianto bersama sejumlah rekannya disebut tengah bergotong royong menghiasi berbagai ruas jalan desa dengan bendera Merah Putih dan umbul-umbul dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Puluhan bendera yang telah dipasang pada batang bambu kemudian dibawa menggunakan mobil pikap bernomor polisi KB 8531 BB. Mereka bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memasang berbagai hiasan kemerdekaan.
Dalam perjalanan menuju lokasi pemasangan, Perianto berada di bagian belakang mobil pikap. Ia berdiri di atas besi pelindung bak belakang sambil berpegangan pada besi teralis.
Saat kendaraan melaju dari arah Anjongan menuju Menjalin dan tiba di kawasan Simpang Desa Sepang atau Pasar Takong, kondisi jalan yang dilalui agak menanjak.
Pada saat bersamaan, besi teralis bak kendaraan yang menjadi tempat Perianto berpegangan mengalami patah.
Akibatnya, Perianto kehilangan pegangan dan terjatuh dari kendaraan yang sedang berjalan.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Mempawah, Ipda Yogi Permana, membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban merupakan penumpang kendaraan pick up. Saat kejadian, korban berada di atas besi pelindung bak bagian belakang dan berpegangan pada teralis bak. Kemudian besi teralis tersebut patah sehingga korban terjatuh,” ungkap Ipda Yogi Permana.
Akibat kejadian itu, Perianto mengalami benturan dan cedera berat pada bagian kepala.
Korban kemudian mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Menjalin, Kabupaten Landak, untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Karena kondisi korban mengalami cedera berat, korban kemudian dirujuk ke RS Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, setelah mendapatkan perawatan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, pengemudi pikap, Alexius Jordan Rada (21), warga Desa Sepang, Kecamatan Toho, tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.
“Untuk pengemudi tidak mengalami luka. Sedangkan penumpang mengalami cedera berat pada bagian kepala dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Pontianak. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia,” jelas Yogi.
Polisi mencatat kecelakaan tersebut sebagai laka lantas tunggal. Satu orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara tidak terdapat korban luka berat maupun luka ringan lainnya.
Kerugian materiel akibat kejadian itu diperkirakan mencapai sekitar Rp300 ribu.
Usai kejadian, personel Sat Lantas Polres Mempawah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP, mencari keterangan saksi-saksi hingga mendatangi rumah duka untuk melakukan sambang duka.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mencari keterangan dari saksi-saksi. Selanjutnya, pemeriksaan terhadap saksi maupun pihak terkait akan terus dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian kecelakaan tersebut,” kata Yogi.
Menurut kepolisian, pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui secara lengkap rangkaian kejadian, termasuk kondisi kendaraan dan bagian teralis bak yang patah hingga menyebabkan korban terjatuh.
“Pemeriksaan masih berjalan. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak terkait serta melengkapi laporan awal secara berjenjang kepada pimpinan,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan korban. Niat untuk ikut menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan memasang bendera Merah Putih justru berujung petaka.
Di tengah berkibarnya ratusan Merah Putih menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, keluarga Perianto harus kehilangan sosok yang ikut bergotong royong menghias kampung halaman demi menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. (rf)





