Polsek Tayan Hulu dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sungai Pampik, Antisipasi Dampak Kemarau
SANGGAU — Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan jajaran Polsek Tayan Hulu bersama masyarakat dengan menggelar gotong royong membersihkan aliran Sungai Pampik di Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 11.30 WIB tersebut melibatkan personel Polsek Tayan Hulu bersama sekitar 100 warga. Masyarakat yang ikut berasal dari sejumlah wilayah di sekitar sungai, di antaranya RT 01 dan RT 11 Moling serta RT 04 dan RT 05 Sosok II.
Kapolsek Tayan Hulu Iptu Trisna Mauludi turut turun langsung dalam kegiatan tersebut bersama personelnya. Warga dan kepolisian secara bersama-sama membersihkan sampah serta material yang mengganggu kebersihan di sekitar aliran Sungai Pampik.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut dibawa secara swadaya oleh masing-masing peserta. Suasana gotong royong pun terlihat sejak kegiatan dimulai, dengan warga dan personel kepolisian bekerja bersama membersihkan lingkungan di sepanjang aliran sungai.
Iptu Trisna Mauludi mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air yang masih dimanfaatkan warga.
“Sungai ini memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Karena itu, kebersihannya menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau kepolisian, tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga,” ujar Iptu Trisna Mauludi.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah maupun limbah ke sungai dapat memberikan dampak buruk terhadap kualitas air dan lingkungan. Karena itu, kepedulian terhadap sungai perlu dilakukan secara terus-menerus dan tidak hanya saat ada kegiatan gotong royong.
“Kami berharap setelah kegiatan ini masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan tersebut secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain persoalan kebersihan, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki kaitan dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung. Ketersediaan air bersih menjadi perhatian karena sebagian sumber air masyarakat mengalami penurunan debit.

Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, membersihkan Sungai Pampik merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi kemungkinan kesulitan air apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama.
“Kita tidak tahu kemarau ini sampai kapan. Sekarang mencari air bersih juga semakin sulit, sementara beberapa sungai sudah tercemar limbah dan aktivitas lainnya,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga ikut menjaga agar kondisi sungai tetap baik.
“Walaupun sekarang rata-rata air sungai mulai surut bahkan ada yang kering, setidaknya kalau masih ada air yang bisa dimanfaatkan untuk mencuci atau mandi, tentu sangat membantu. Kalau kondisinya bersih, kita juga tidak terlalu khawatir apabila kemarau berlangsung panjang,” katanya.
Warga tersebut menilai kegiatan gotong royong menjadi penting karena kebersihan sungai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, menjaga sungai sejak sekarang merupakan bentuk antisipasi sebelum kondisi air semakin sulit.
“Jangan sampai ketika air sudah benar-benar sulit baru kita berpikir untuk menjaga sungai. Lebih baik dari sekarang sama-sama dirawat,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Kehadiran personel Polsek Tayan Hulu secara langsung di tengah warga diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta membangun kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan.
Kapolsek Tayan Hulu menegaskan, pihaknya akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang memiliki manfaat langsung bagi lingkungan dan kehidupan warga.
“Gotong royong seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya besar jika dilakukan secara rutin. Kami ingin kepolisian tidak hanya hadir dalam persoalan keamanan, tetapi juga bersama masyarakat menjaga lingkungan dan kepentingan sosial lainnya,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah maupun limbah.
“Mari kita jaga Sungai Pampik bersama. Kalau lingkungan bersih dan sumber air terjaga, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Tayan Hulu dan masyarakat Desa Sosok menunjukkan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketersediaan sumber air dan keberlangsungan kehidupan masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau. (rf)





