Kisah Mengharukan Maktam Jenab, Nenek Pemungut Sampah di Sambas, “Tidak Ada yang Menggaji, Hanya Tuhan yang Menggaji”
SAMBAS – Di tengah keterbatasan ekonomi yang dijalaninya, seorang nenek yang sering di panggil Uan Jenab atau Maktam menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang. Warga Dusun Parit Cegat, Desa Piantus, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ini secara sukarela memungut sampah di sepanjang jalan dusunnya demi menjaga kebersihan lingkungan. Jum’at (31/7/2026).
Aksi mulia tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh akun Facebook Longlina Herlina pada Senin, 27 Juli 2026. Video itu memperlihatkan Maktam yang dengan penuh semangat memungut sampah meski usianya sudah lanjut.
Unggahan tersebut viral dan telah ditonton lebih dari 100 ribu kali. Ratusan warganet memenuhi kolom komentar dengan doa, pujian, serta rasa haru atas kepedulian Maktam terhadap lingkungan.
Dalam video itu, Longlina Herlina sempat bertanya kepada Maktam menggunakan bahasa daerah.
“Ngape Maktam tang maok mutik (pungut) sampah?” tanya Longlina.
Dengan sederhana, Maktam menjawab bahwa dirinya melakukan hal tersebut semata-mata karena ingin melihat lingkungan tetap bersih.
“Karne memikirkan kebersihan lingkungan. Tidak ada paksaan, saya lakukan dengan sukarela,” ujar Maktam.
Tak lama kemudian, seseorang kembali bertanya siapa yang membayar atau menggaji aktivitasnya setiap hari.
Mendengar pertanyaan itu, Maktam menjawab dengan tegas.
“Tidak ada yang menggaji. Hanya Tuhan yang menggaji. Hanya Tuhan yang tahu. Saya lakukan demi kebersihan lingkungan. Walaupun rumah saya biasa saja, tetapi saya ingin lingkungan di sekitar rumah saya tetap bersih,” ucapnya.
Menurut cerita dalam video, aktivitas tersebut sudah menjadi rutinitas Maktam. Setiap subuh ia berangkat menuju kebun untuk mencari rotan. Dalam perjalanan itulah ia selalu menyempatkan diri memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan Dusun Parit Cegat.
Longlina Herlina mengaku tidak menyangka video sederhana yang diunggahnya mendapat perhatian begitu besar dari masyarakat.
“Saya hanya ingin memperlihatkan ketulusan Maktam menjaga kebersihan tanpa mengharapkan imbalan. Ternyata banyak sekali orang yang tersentuh dan memberikan doa maupun bantuan untuk beliau,” kata Longlina.
Respons positif dari masyarakat pun terus berdatangan. Selain memberikan apresiasi melalui komentar, sejumlah warganet juga menitipkan sedikit rezeki untuk Maktam Jenab melalui akun Facebook Longlina Herlina sebagai bentuk penghargaan atas ketulusannya.
Kisah Maktam menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu membutuhkan jabatan atau imbalan. Kepedulian yang lahir dari hati mampu menginspirasi banyak orang.
Semoga kebaikan yang ditunjukkan Maktam Jenab menjadi teladan bagi masyarakat luas, sekaligus membawa keberkahan. Doa pun mengalir dari berbagai penjuru agar Maktam senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang berlimpah atas ketulusannya menjaga lingkungan. (rf)





