Kebakaran Hebat Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, 50 Ruko Terbakar dan 119 Warga Terdampak
BENGKAYANG — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026) malam.
Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 18.15 WIB atau sesaat setelah Magrib tersebut dengan cepat merambat ke sejumlah bangunan di kawasan pertokoan.
Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 50 ruko terdampak akibat kebakaran. Selain itu, sedikitnya 119 warga dari 39 kepala keluarga (KK) turut terdampak dan kehilangan tempat tinggal maupun tempat usaha.
Kepala Desa Sungai Duri, Heriyanto, mengatakan informasi awal menyebutkan api pertama kali terlihat dari bagian tengah deretan ruko.
“Informasi sementara dari masyarakat, api pertama kali terlihat dari bagian tengah deretan ruko. Namun, untuk asal dan penyebab kebakaran masih belum diketahui,” kata Heriyanto saat dihubungi, Jum’at 21 Agustus 2026.
Menurut Heriyanto, kobaran api cepat membesar karena bangunan ruko berada dalam satu kawasan dan letaknya saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Untuk mengendalikan kebakaran, sekitar 60 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Armada bantuan datang dari sejumlah wilayah, mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, Pontianak, Sungai Pinyuh, Peniti, Segedong, Purun hingga Mempawah.
“Tim pemadam kurang lebih 60 unit. Bantuan datang dari berbagai wilayah karena api cukup besar dan bangunan di kawasan pasar berdekatan,” ujarnya.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran di sejumlah titik bangunan yang terbakar. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
“Sekitar pukul 22.00 WIB sudah mulai masuk proses pendinginan. Alhamdulillah, api sudah bisa dikendalikan,” kata Heriyanto.
119 Warga Terdampak
Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak kebakaran.
Data sementara di RT 01/01 mencatat sebanyak 77 orang terdampak. Mereka terdiri dari 15 lansia, 9 balita dan 53 orang dewasa. Di wilayah tersebut terdapat 28 ruko terdampak dan 25 KK.
Sedangkan di RT 02/01, terdapat 42 warga yang terdampak, terdiri dari 7 lansia, 3 balita dan 32 orang dewasa. Sebanyak 22 ruko terdampak dengan jumlah 14 KK.
Jika digabungkan, total sementara mencapai 119 warga terdampak, 50 ruko terbakar/terdampak dan 39 KK yang kehilangan tempat tinggal maupun tempat usaha.
Dari 119 warga tersebut, terdapat 22 lansia dan 12 balita yang menjadi kelompok prioritas dalam penanganan pascakebakaran.
Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah bangunan, warga terdampak serta kerugian akibat kebakaran. Data tersebut masih dapat berubah setelah proses verifikasi di lapangan selesai.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. (rf)





