Empat Jam Berlalu, Kebakaran Pasar Sungai Duri Belum Padam, Lebih dari 20 Ruko Diperkirakan Terbakar

Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kamis (20/8/2026) malam. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar sejumlah ruko. (Dok. KALBARBERBAGI.ID)

BENGKAYANG — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026) malam. Kobaran api yang muncul sejak sekitar pukul 18.20 WIB hingga lebih dari empat jam kemudian masih dalam proses pemadaman.

Api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan rumah toko (ruko) yang berada di kawasan pasar. Kobaran bahkan dilaporkan telah menjangkau bangunan yang berada di kedua sisi jalan utama kawasan tersebut.

Kabid Damkar BPBD Mempawah, Desvan, mengatakan kondisi di lapangan cukup berat sehingga membutuhkan pengerahan armada pemadam dari berbagai wilayah.

“Ruko kiri dan kanan jalan sudah terbakar. Saat ini puluhan pemadam sudah dikerahkan. Sejumlah pemadam dari berbagai kawasan di Mempawah juga diterjunkan langsung untuk membantu memadamkan api,” ujar Desvan.

Menurut Desvan, berdasarkan pantauan sementara, jumlah bangunan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai lebih dari 20 ruko.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. Pendataan secara resmi terhadap jumlah bangunan yang terbakar maupun terdampak masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Diperkirakan lebih dari 20 ruko yang terbakar. Untuk data lengkapnya nanti kami informasikan setelah dilakukan pendataan,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah dikerahkan untuk membantu mengendalikan kobaran api dan mengantisipasi agar api tidak kembali meluas ke bangunan lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas pemadam kebakaran bersama relawan masih berjibaku di lokasi. Sejumlah titik api masih terlihat sehingga proses pendinginan dan pemadaman terus dilakukan.

Situasi di sekitar Pasar Sungai Duri juga dipadati warga yang ingin melihat langsung kejadian. Kondisi tersebut membuat akses menuju lokasi kebakaran menjadi lebih terbatas, sementara mobil pemadam membutuhkan ruang untuk keluar-masuk membawa air dan melakukan penyemprotan.

Petugas dan relawan turut melakukan pengaturan di sekitar lokasi agar mobil pemadam dapat bergerak secara maksimal.

Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api. Demikian pula dengan total kerugian material dan jumlah pasti bangunan yang terdampak masih menunggu proses pendataan dari pihak terkait.

Petugas hingga malam ini masih fokus melakukan pemadaman dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan