Tujuh Tahun Berkuasa, Mempawah Harus Serahkan Gelar Juara Umum MTQ Kalbar kepada Kubu Raya

Kafilah Mempawah berfoto bersama usai menerima penghargaan pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026). (Dok. Istimewa)

MEMPAWAH – Dominasi Kafilah Kabupaten Mempawah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya terhenti setelah tujuh tahun berturut-turut menyandang gelar juara umum.

Pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Kabupaten Kayong Utara, Kafilah Mempawah harus puas menempati peringkat kedua dengan perolehan 202 poin.

Gelar juara umum tahun ini berhasil direbut Kafilah Kabupaten Kubu Raya dengan koleksi 213 poin. Sementara posisi ketiga ditempati Kota Pontianak yang mengumpulkan 178 poin.

Hasil tersebut diumumkan dalam malam penutupan MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026) malam.

Penetapan peringkat tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat Nomor 10/KEP.DH/MTQ-XXXIV/PROV/VIII/2026.

Berakhirnya rentetan prestasi Mempawah sebagai juara umum selama tujuh kali berturut-turut menjadi catatan penting bagi perjalanan pembinaan tilawatil Quran di daerah tersebut.

Meski demikian, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mempawah, Ismail, meminta seluruh peserta maupun tim kafilah tidak menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk larut dalam kekecewaan.

Menurutnya, hasil MTQ harus diterima dengan sikap lapang dada sekaligus menjadi bahan untuk melakukan pembenahan.

“Apapun hasil yang kita peroleh terimalah dengan lapang dada dan penuh rasa syukur, karena itulah hasil yang terbaik yang diberikan Allah kepada kafilah kita melalui penilaian para Dewan Hakim,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, Kafilah Mempawah telah mempersiapkan diri secara serius sebelum mengikuti kompetisi di Kayong Utara.

Sebanyak 54 peserta yang dikirim merupakan peserta terbaik hasil seleksi MTQ tingkat Kabupaten Mempawah yang dilaksanakan di Kecamatan Sadaniang. Setelah melalui proses seleksi, para peserta kemudian menjalani pemusatan latihan atau Training Centre (TC).

Ismail menyebut proses pembinaan dilakukan secara intensif dengan melibatkan pelatih yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

“Peserta kita sebanyak 54 orang adalah merupakan duta-duta peserta terbaik satu hasil seleksi MTQ kabupaten di Sadaniang dan telah mengikuti pemusatan latihan yang intens dan terukur dari pelatih kita yang berkompeten dan profesional di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berjuang hingga tahap akhir. Bagi peserta yang berhasil meraih prestasi, capaian tersebut diharapkan menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Kepada anak-anakku para peserta yang telah berhasil menoreh prestasi terbaiknya saya ucapkan terima kasih, selamat dan sukses. Jangan lupa bersyukur dan teruslah berlatih untuk MTQ tingkat nasional,” ucapnya.

Sementara bagi peserta yang belum memperoleh juara, Ismail meminta agar tidak merasa rendah diri maupun menganggap hasil tersebut sebagai akhir dari perjuangan.

Menurutnya, kesempatan untuk kembali berprestasi masih terbuka pada pelaksanaan MTQ berikutnya.

“Kepada anak-anak peserta yang belum disebutkan namanya untuk tampil ke depan, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan dan peluang ke depan untuk menggapai keberhasilan yang tertunda pada MTQ kali ini,” katanya.

Ismail bahkan mengarahkan seluruh peserta untuk segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ XXXV tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan dilaksanakan di Kota Pontianak pada 2027 mendatang.

“Peluang emas masih ada di depan mata pada MTQ ke-35 di Kota Pontianak tahun 2027 yang akan datang dan teruslah berlatih tiada henti,” sambungnya.

Tidak hanya peserta, apresiasi juga disampaikan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam keberangkatan Kafilah Mempawah. Mulai dari pimpinan kafilah, pelatih, official, pendamping, pengemudi, tim konsumsi, perlengkapan hingga seluruh tim pendukung.

Ismail menilai keberhasilan maupun hasil yang diraih dalam sebuah kompetisi tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh tim.

“Saudara-saudara semuanya adalah para pejuang Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Mempawah Erlina bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mempawah yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap perjuangan kafilah selama mengikuti MTQ di Kayong Utara.

Menurut Ismail, seluruh pelatih, official dan pendamping juga telah berusaha menjalankan tugas masing-masing secara maksimal, baik dalam masa persiapan maupun selama pelaksanaan MTQ.

“Para pelatih, official dan pendamping saya nilai sudah maksimal dan sungguh-sungguh dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas dalam melatih, melayani, memfasilitasi semua kebutuhan kafilah,” ungkapnya.

Di balik hasil perolehan 202 poin, Ismail mengatakan terdapat hal lain yang patut disyukuri, yakni seluruh anggota kafilah dapat mengikuti rangkaian kegiatan dalam kondisi sehat.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu nikmat yang tidak kalah penting dibandingkan hasil kompetisi.

“Kita masih dianugerahi Allah dengan nikmat sehat yang sempurna, mulai dari ketika kita berangkat, selama di Kabupaten Kayong Utara sampai kembali lagi ke daerah kita di Mempawah tetap dalam keadaan sehat wal’afiat,” tuturnya.

Ismail juga mengingatkan bahwa usaha dan persiapan manusia pada akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.

“Akan tetapi sebesar dan sekuat apapun ikhtiar dan doa yang kita panjatkan, namun keputusan akhirnya tetap menjadi hak prerogatif Allah SWT yang memiliki sifat Al-Hakam dan Al-Muqtadir,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak mencari siapa yang harus disalahkan atas berakhirnya dominasi Mempawah pada MTQ tahun ini.

Sebaliknya, hasil tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pembinaan, meningkatkan kualitas peserta dan menyusun persiapan yang lebih matang menghadapi kompetisi selanjutnya.

“Mari kita petik dan ambil hikmahnya dengan suasana hati yang lapang tanpa saling menyalahkan orang lain. Kita tetap bersyukur dan bersabar seraya segera melakukan evaluasi secara komprehensif untuk berbenah,” ujarnya.

Dengan berakhirnya MTQ XXXIV di Kayong Utara, perhatian Kafilah Mempawah kini diarahkan pada persiapan menghadapi MTQ XXXV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Pontianak tahun 2027.

Ismail berharap hasil tahun ini justru menjadi pemacu bagi seluruh peserta dan tim untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan prestasi.

“Tetap semangat, luruskan niat, sempurnakan ikhtiar dan optimis selalu dalam mengharap ridho Allah SWT,” pesan Ismail. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan