Tokoh Seni Tradisional Tar Mempawah, Tok Mok atau Musa Bin Amin, Tutup Usia di 75 Tahun

Almarhum Musa Bin Amin (Tok Mok), maestro alat musik tar asal Mempawah yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisional Melayu sejak era 1960-an. Beliau wafat pada Senin, 13 Juli 2026, di usia 75 tahun. (Dok. bpk_wilayahxii)

MEMPAWAH – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari Kabupaten Mempawah. Tokoh seni tradisional tar, Musa Bin Amin atau yang akrab disapa Tok Mok, meninggal dunia pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB di RSUD dr. Rubini Mempawah setelah menjalani perawatan akibat sakit.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di usia 75 tahun. Rumah duka berada di Jalan M. Thaha RT 29, Kabupaten Mempawah. Menurut informasi keluarga, almarhum direncanakan akan dimakamkan pada Selasa pagi (14/7/2026) di Pemakaman Muslim Mengkacak, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawag Hilir, Kabupaten Mempawah.

Kepergian Tok Mok menjadi kehilangan besar bagi masyarakat, khususnya para pelaku seni dan budaya Melayu di Kalimantan Barat. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai salah satu pelestari alat musik tar, kesenian tradisional yang kerap mengiringi berbagai kegiatan adat dan keagamaan.

Perjalanan Tok Mok dalam dunia seni dimulai sejak masih kanak-kanak. Ia mengikuti sang ayah berkeliling memainkan alat musik tar dalam berbagai kegiatan masyarakat. Memasuki usia remaja, kecintaannya terhadap seni tradisional terus berkembang. Bersama sepupu-sepupunya, ia memperdalam kemampuan memainkan tar dengan bekal ilmu yang diwariskan oleh ayah dan pamannya.

Sejak era 1960-an, Tok Mok aktif memenuhi berbagai undangan pertunjukan, mulai dari acara syarakalan, mengarak pengantin, hingga kegiatan adat lainnya. Tidak hanya tampil di berbagai daerah di Kabupaten Mempawah, kiprahnya juga menjangkau sejumlah wilayah di luar Kalimantan Barat.

Di balik dedikasinya dalam melestarikan budaya, Tok Mok sehari-hari berprofesi sebagai petani. Meski usia terus bertambah, semangatnya untuk memainkan alat musik tar dan melantunkan syair-syair tradisional tidak pernah surut. Hingga akhir hayatnya, beliau tetap dikenal sebagai sosok sederhana yang konsisten menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Kepergian Tok Mok meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, para seniman, dan masyarakat yang mengenalnya. Jasa serta pengabdiannya dalam melestarikan seni tradisional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan meneruskan warisan budaya daerah.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan