Temui Titik Api di Tengah Perjalanan, Kapolres Mempawah Turun Langsung Padamkan Karhutla

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto bersama jajaran turun langsung membantu penanganan karhutla di Desa Pasir sebelum melanjutkan kunjungan ke Desa Pentek, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Humres Mempawah)

MEMPAWAH – Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto memilih menggunakan sepeda motor untuk menyambangi masyarakat di wilayah pedesaan, Sabtu (19/9/2026).

Didampingi Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Mempawah, Ade bergerak dari kawasan perkotaan menuju Desa Pentek, Kecamatan Sadaniang.

Kunjungan tersebut sekaligus membawa misi pelayanan kepada masyarakat. Tim Dokkes Polres Mempawah turut diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada warga yang terdampak kabut asap.

Rombongan juga membawa sejumlah paket bantuan untuk diberikan kepada masyarakat.

Namun, perjalanan menuju Desa Pentek sempat berubah menjadi agenda penanganan karhutla. Ketika melintasi wilayah Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, rombongan mendapati titik api yang masih ditangani petugas bersama masyarakat.

Ade kemudian menghentikan perjalanan dan turun dari sepeda motornya. Ia langsung bergabung dengan personel di lapangan untuk membantu proses pemadaman.

Di lokasi, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi menyebabkan api sulit dikendalikan dan meluas ke area lainnya.

Setelah proses penanganan selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Pentek, Kecamatan Sadaniang.

Setibanya di Desa Pentek, Ade disambut Kepala Desa Pentek Hendrik. Dalam pertemuan bersama warga, Kapolres menyerahkan bantuan sekaligus menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui tim Dokkes Polres Mempawah.

Ade mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan lingkungan dan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.

Ia mengingatkan agar warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan mudah memicu penyebaran api.

“Karhutla ini harus kita cegah bersama. Jangan sampai ada pembakaran lahan yang kemudian tidak terkendali dan berdampak kepada masyarakat lainnya,” ujar Ade.

Selain mengancam lingkungan, kabut asap juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Polres Mempawah membawa tim Dokkes dalam kegiatan tersebut.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat kondisi warga, tetapi juga membawa pelayanan kesehatan dan bantuan. Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapat perhatian,” katanya.

Ade juga meminta masyarakat segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan titik api.

Menurutnya, laporan sejak awal dapat mempercepat proses penanganan sehingga potensi api meluas dapat diminimalkan.

“Kalau melihat ada titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat kita tahu, semakin cepat pula bisa ditangani,” tegasnya.

Kunjungan menggunakan sepeda motor tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Mempawah untuk melihat secara langsung kondisi di sejumlah wilayah pedesaan yang terdampak karhutla.

Selain memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan, kegiatan itu digunakan untuk menyampaikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Ade menegaskan, jajaran Polres Mempawah bersama unsur terkait akan terus melakukan upaya penanganan karhutla sekaligus memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan masyarakat. Kita cegah karhutla bersama, kita tangani titik api bersama, dan masyarakat yang terdampak juga harus kita bantu,” pungkasnya. (rf)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan